Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 10 Desember 2018 | 06:01 WIB

Inilah Potensi Beban Bagi APBN 2019

Oleh : Wahid Ma'ruf | Kamis, 6 Desember 2018 | 14:01 WIB

Berita Terkait

Inilah Potensi Beban Bagi APBN 2019
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Nusa Dua - Menteri Keuangan, Sri Mulyani menjelaskan untuk APBN 2019 memiliki beberapa hal yang harus menjadi perhatian. Sebab beberapa faktor yang menjadi penopang di tahun 2018, untuk tahun depan mengalami tekanan terkait kondisi global.

Sebab, untuk kondisi ekonomi global akan mengalami tekanan sehingga akan mempengaruhi ekonomi dalam negeri. Beberapa diantaranya adalah harga komoditas di pasar global seperti harga minyak mentah dan perlambatan ekonomi di beberapa negara. "Untuk APBN 2018 sangat diuntungkan dengan kenaikan harga komoditas seperti harga minyak mentah sehingga meningkatkan penerimaan migas, pajak dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP)," katanya dalam media breefing di Nusa Dua Bali, Kamis (6/12/2018).

Dalam APBN 2018, harga minyak mentah dipatok d kisaran US$48 per barel. Tetapi harga di pasar global mencapai sekitar US$60 per barel. Demikian juga dengan PNBP dari sumber daya alam mengalami kenaikan seiring dengan kenaikan harga komoditas di pasar global. "Tahun 2018, diproyeksikan penerimaan PNBP mencapai 1,5 kali lipat dari target dalam APBN 2018," jelasnya.

Namun untuk tahun 2019, pertumbuhan ekonomi global diasumsikan tidak sebaik dengan tahun 2018. Akibatnya akan mempengaruhi realisasi untuk APBN 2019. Untuk saat ini saja, sudah muncul beberapa indikasi yang dapat mempengaruhi penermaan dalam APBN 2019. "Tahun 2019, kita akan mencermati keputusan OPEC tentang kuota produksi. Belum lagi Qatar akan keluar dari OPEC tahun depan. Ini akan mempengaruhi harga minyak mentah di tahun depan," jelas Menkeu.

Faktor lain adalah potensi kinerja ekspor mengalami tekanan. Kinerja ekspor di tahun 2018 mendapat dukungan dari sektor migas dan nonmigas. Ekspor nonmigas yang didukung sektor komoditar akan mengalami tekanan. Harga CPO di akhir tahun 2018 cenderung mengalami penurunan. Demikian juga dengan harga batu bara.

"Untuk ekspor batu bara, tekanannya dari kebijakan pemerintah China yang tengah melakukan penyesuaian sehingga untuk impor tidak terlalu agresif. Jadi kondisi ini akan mempengaruhi kinerja ekspor di tahun depan," tegasnya.

Namun Menkeu bersyukur untuk kinerja APBN 2018 berpotensi terkendali dengan penerimaan mengalami kenaikan.Untuk realisasi penerimaan negara mencapai Rp1,96 triliun atau tumbuh 18,2 persen. penerimaan pajak yang tumbuhnya mencapai 15,2%, penerimaan bea cukai tumbuh 14,7%, dan penerimaan negara bukan pajak yang tumbuh 28,4%.

Menkeu menjelaskan, untuk pertama kali penerimaan negara akan mencapai melebihi target dalam Undang-Undang APBN 2018, yaitu bisa mencapai Rp1.936 triliun, itu lebih tinggi dari APBN sebesar Rp1.894 triliun.

Komentar

x