Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 10 Desember 2018 | 06:04 WIB

Pertamina Bangun Pembangkit Setrum Terbesar Asia

Oleh : Indra Hendriana | Jumat, 7 Desember 2018 | 13:59 WIB

Berita Terkait

Pertamina Bangun Pembangkit Setrum Terbesar Asia
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - PT Pertamina (Persero) mengumumkan, proyek Independent Power Producer (IPP) Jawa-1 memasuki tahap konstruksi. Proyek ini layak masuk dalam sejarah.

Proyek pembangunan pembangkit listrik bertenaga gas siklus ganda (combined cycle) berkapasitas 1.760 MW dan Floating Storage Regasification Unit (FSRU) berkapasitas 170.000 m3, terletak di Cilamaya, Jawa Barat. Ini menjadi proyek terintegrasi LNG-to-Power pertama di Asia, dan salah satu yang terbesar di Asia Tenggara.

Dalam proyek ini, Pertamina melalui anak usaha, PT Pertamina Power Indonesia (PPI) yang merupakan holding company dari dua project companies IPP Jawa-1 yaitu PT Jawa Satu Power (JSP) dan PT Jawa Satu Regas (JSR), bertindak sebagai lead consortium. Beranggotakan Marubeni Corporation, dan Sojitz Corporation dan perusahaan lainnya.

Di mana, JSP dibentuk untuk melaksanakan pengoperasian dan pemeliharaan pembangkit listrik, sedangkan JSR didirikan untuk pengelolaan FSRU.

Heru Setiawan, Direktur Perencanaan Investasi dan Manajemen Risiko PPI, mengatakan, seluruh listrik yang dihasilkan pembangkit listrik tersebut akan dipasok ke PT PLN (Persero) selama 25 tahun. Melalui pengembangan proyek ini, Pertamina grup menjadi partner PLN dalam memasok listrik ke jaringan listrik nasional Jawa-Bali.

"Pembangunan infrastruktur gas dan pembangkit listrik yang terintegrasi dilakukan untuk mewujudkan energi bersih bagi negeri. Selain Jawa-1, Pertamina, melalui PPI juga mengembangkan proyek IPP dan energi baru terbarukan lainnya sejalan dengan tumbuhnya permintaan pasar, baik di skala nasional maupun internasional," kata Heru dalam rilis kepada media di Jakarta, Jumat (7/12/2018).

Proses pembangunan pembangkit listrik gas terintegrasi ini akan memasuki masa konstruksi (full-scale) pada bulan Desember 2018 yang ditandai dengan pelaksanaan ground breaking pada minggu ke-3 Desember 2018.

Konsorsium Jawa-1 telah menunjuk konsorsium General Electric (GE), Samsung C&T, PT Meindo Elang Indah berturut-turut sebagai kontraktor rekayasa sipil dan konstruksi, pemasok turbin generator dan kontraktor jalur pipa gas. Sementara, Samsung Heavy Industries telah ditunjuk untuk pelaksana pembangunan FSRU.

Ginanjar selaku Direktur Utama PPI menambahkan, proyek Jawa-1 ini terbagi dalam 3 tahapan penting, yaitu Tahap I (pra proyek hingga Financial Close (FC)), Tahap II (konstruksi) dan Tahap III (operasional). Dengan telah tercapainya FC pada 5 Desember 2018, maka tahap I proyek sudah berhasil diselesaikan.

Tantangan berikutnya adalah memastikan tahap konstruksi dapat terlaksana sesuai tata waktu yang ditargetkan COD pada Desember 2021, dan On Budget. Soliditas dan koordinasi inter konsorsium (JSP-JSR) dan dengan para Supporting partners serta Lenders dan juga para stakeholders lainnya merupakan kunci keberhasilan proyek agar dapat berjalan sesuai target. "Kami juga harus memastikan aspek HSSE menjadi komitmen semua pihak terkait," kata Ginanjar

Proyek Jawa-1 ini, lanjut Ginanjar, menggunakan skema pendanaan non-recourse project financing. Di mana, pengembalian pendanaan solely bersumber dari cashflow yang di-generate oleh proyek. JSP dan JSR mendapatkan pendanaan dari konsorsium Japan Bank for International Cooperation (JBIC), Nippon Export and Investment Insurance Co Ltd (NEXI), Asian Development Bank (ADB), serta para commercial banks yaitu Mizuho Bank Ltd, MUFG Bank Ltd, Oversea-Chinese Banking Corporation Ltd, Crdit Agricole Corporate and Investment Bank, Socit Gnrale.[ipe]

Komentar

x