Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 10 Desember 2018 | 05:59 WIB

Airlangga Resmikan Investasi Petrokimia Lotte

Jumat, 7 Desember 2018 | 16:25 WIB

Berita Terkait

Airlangga Resmikan Investasi Petrokimia Lotte
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Cilegon - Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto meresmikan kompleks petrokimia milik Lotte Chemical Indonesia di Cilegon, Banten. Investasinya US$3,5 miliar.

"Industri petrokimia sama pentingnya seperti industri baja, sebagai mother of industry. Untuk itu, kita perlu menjaga situasi lingkungan dan iklim usaha yang stabil agar proyek ini berhasil terlaksana dengan baik," kata Airlangga, Jumat (7/12/2018).

Airlangga menyampaikan hal itu pada acara Peletakan Batu Pertama (ground breaking) Pembangunan Kompleks Petrokimia PT Lotte Chemical Indonesia (PT LCI). Nilai investasinya setara Rp52,5 triliun.

Berdasarkan karakteristiknya, menurut Menperin, industri petrokimia dikategorikan sebagai jenis sektor manufaktur yang padat modal, padat teknologi, dan lahap energi, sehingga perlu mendapat perhatian khsusus dari pemerintah untuk langkah pengembangan yang berkelanjutan.

"Di dalam peta jalan Making Indonesia 4.0, telah ditetapkan industri kimia menjadi salah satu sektor yang mendapatkan prioritas pengembangan agar menjadi pionir dalam penerapan Revolusi Industri 4.0," jelasnya.

Airlangga mengatakan, Kemenperin sangat mengapresiasi PT Lotte Chemical Indonesia yang telah merealisasikan investasinya dengan membangun komplek petrokimia di atas luas area 100 hektare ini. Komplek petrokimia tersebut memiliki total kapasitas produksi naphta cracker sebanyak 2 juta ton per tahun.

Bahan baku itu selanjutnya diolah untuk menghasilkan 1 juta ton etilene, 520 ribu ton propilene, 400 ribu ton polipropilene, dan produk turunan lainnya yang juga bernilai tambah tinggi. Produksi PT. Lotte Chemical Indonesia tersebut untuk memenuhi permintaan domestik maupun global.

Dalam proyek pembangunan infrastukturnya, diproyeksi menyerap tenaga kerja langsung hingga 1.500 orang dan dengan tenaga kerja tidak langsung bisa mencapai 4.000 orang pada periode 2019-2023.

"Langkah ini seiring arahan Bapak Presiden Jokowi untuk terus menggenjot investasi, industrialisasi, dan hilirisasi. Upaya ini diyakini meningkatkan perekonomian kita secara fundamental, dengan penghematan devisa dari substitusi impor, dan akan pula dapat memperbaiki neraca perdagangan," ujar Airlangga.

Menperin bertekad mendorong percepatan pembangunan komplek petrokimia tersebut, sehingga mendukung pengurangan impor produk petrokimia minimal 50 persen.

"Kami juga berharap agar proyek ini lebih mengutamakan penggunaan komponen lokal. Termasuk tenaga kerja yang akan dilibatkan dalam proyek ini, harus lebih diutamakan dari dalam negeri," tegasnya. [tar]



Komentar

x