Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 23 Maret 2019 | 16:37 WIB

BI: Cadev November Tertolong Penguatan Uang Garuda

Sabtu, 8 Desember 2018 | 02:09 WIB

Berita Terkait

BI: Cadev November Tertolong Penguatan Uang Garuda
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Cadangan devisa (cadev) Indonesia bertambah US$2 miliar menjadi US$117,2 miliar sepanjang November 2018. Karena penguatan mata uang Garuda.

Meskipun begitu, dalam tiga hari Desember 2018 ini, rupiah berbalik melemah di tengah sentimen perang dagang AS-China yang belum mereda.

Berdasarkan laporan Bank Indonesia (BI) di Jakarta, Jumat (7/12/2018), kenaikan cadev karena penerimaan devisa migas, penarikan utang luar negeri (ULN) pemerintah, dan penerimaan devisa lainnya yang lebih besar dari kebutuhan devisa untuk pembayaran ULN pemerintah.

"Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 6,5 bulan impor atau 6,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor," tulis BI.

Merujuk pada data kurs tengah Bank Indonesia, nilai rupiah sepanjang November menguat signifikan hingga kisaran Rp800 rupiah.

Pada 31 Oktober 2018, rupiah diperdagangkan di Rp15.277 per US$, dan berakhir 30 November 2018 ketika rupiah diperdagangkan di level Rp14.399 per US$.

Meski demikian, dalam tiga hari terakhir ini, rupiah berbalik melemah di tengah perang dagang antara AS dan China yang belum mereda sepenuhnya dan perkiraan perlambatan ekonomi Amerika Serikat.

BI menilai cadangan devisa hingga akhir November 2018 mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan. "Bank Indonesia memandang cadangan devisa tetap memadai didukung keyakinan terhadap stabilitas dan prospek perekonomian domestik yang tetap baik, serta kinerja ekspor yang tetap positif," tulis BI.[tar]

Komentar

Embed Widget
x