Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 17 Desember 2018 | 06:36 WIB

Proyek Mangkrak, BKPM Perlu Panggil Properti China

Oleh : M Fadil Djaelani | Sabtu, 8 Desember 2018 | 19:30 WIB

Berita Terkait

Proyek Mangkrak, BKPM Perlu Panggil Properti China
Direktur Center For Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi

INILAHCOM, Jakarta - Induk perusahaan pengembang properti dan kawasan industri asal negeri Tirai Bambu, China Fortune Land Development (CFLD) dikabarkan mengalami masalah keuangan yang berdampak pada stagnansi proyek di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Sebagai langkah antisipasi, BKPM diminta memanggil perwakilan CFLD di Indonesia untuk dimintai keterangan. Direktur Center For Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi mengatakan, pemerintah harus segera mengambil langkah antisipasi terhadap goncangan keuangan yang dialami induk perusahaan CFLD di China sejak Februari 2018 dan tren stagnansi pada sejumlah proyek CFLD di berbagai negara seperti Mesir dan India.

Menurut Uchok, pemerintah Indonesia harus meminta CFLD memastikan investasinya di Indonesia tidak terganggu dan berujung pada mandeknya proyek dan pemutusan hubungan kerja.

"Jangan sampai proyek investasinya mandek dan berakibat negatif bagi Indonesia. Apalagi sampai terjadi PHK. Ini tantangan bagi pemerintah, harus memanggil CFLD untuk memberikan keterangan mengenai indikasi masalah keuangannya dan meminta jaminan investasinya tidak terganggu," ucap Uchok dalam keterangan persnya di Jakarta, Sabtu (8/12/2018).

Di Indonesia, CFLD memiliki dua proyek utama sejak 2016, yakni di wilayah Tangerang dan Karawang dengan total komitmen investasi sebesar Rp19 triliun hingga 2020.

"Jika terjadi stagnansi, atau bahkan penutupan kantor CFLD seperti terjadi di beberapa negara seperti di Amerika, makan tentunya komitmen investasi mereka di Indonesia juga terancan akan tidak terealisasi," ujar Uchok.

Di Tangerang, CFLD mengembangkan Lavon Swancity sebagai proyek residensial. Sedangkan di Karawang, CFLD mengembangkan proyek kawasan industri dengan nama Karawang New Industry City. Data terbaru dari BKPM memang mencatat menurunnya realisasi investasi China di Indonesia secara keseluruhan. Melansir data BKPM, realisasi investasi China pada periode Januari-September 2017 mencapai US$2,7 miliar. Namun pada periode yang sama tahun ini realisasi investasi China hanya mencapai US$1,8 miliar atau turun 33,33%.

Sebelumnya, Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal BKPM Tamba P Hutapea menjelaskan lambatnya realisasi China ini dikarenakan masih berlangsungnya Perang Dagang antara China-Amerika.

"Ada beberapa faktor yang cukup berpengaruh terhadap perlambatan pertumbuhan realisasi investasi kuartal kedua dibandingkan kuartal pertama 2018. Gejolak rupiah dan perang dagang AS-China telah berdampak pada perlambatan laju investasi," kata Tamba. [ipe]


Komentar

x