Find and Follow Us

Sabtu, 20 April 2019 | 22:13 WIB

Harga Batu Bara Tunjukkan Tren Penurunan

Oleh : Indra Hendriana | Minggu, 9 Desember 2018 | 12:05 WIB
Harga Batu Bara Tunjukkan Tren Penurunan
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) merilis Harga Batubara Acuan (HBA) Desember 2018 senilai USD 92,51 per ton. Ketetapan ini tertuang dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 2025/K/30/MEM/2018.

Harga Batubara Acuan ini digunakan sebagai patokan dalam penjualan langsung (spot) selama satu bulan pada titik serah penjualan secara Free on Board di atas kapal pengangkut (FOB Veseel).

HBA bulan ini melanjutkan tren penurunan sejak empat bulan terakhir, yaitu Agustus (107,83/ton), September (104,81/ton), Oktober (100,89/ton) dan November (97,90/ton). Angka HBA ini juga turun bila dibandingkan dengan HBA bulan yang sama pada tahun 2017 (year on year) yaitu USD 94,04/ton, atau turun USD 1,53 per ton dibanding tahun lalu.

"HBA bulan (Desember) ini merupakan terendah sepanjang tahun 2018 dimana bulan Agustus 2018 lalu sempat menyentuh hingga angka USD 107,83 per ton atau tertinggi selama enam tahun terakhir," kata Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM, Agung Pribadi di Jakarta, Minggu (9/12/2018).

Penurunan HBA bulan ini masih dipengaruhi rendahnya konsumsi batubara di China yang berdampak semakin ketatnya kebijakan impor batubara negara tirai bambu tersebut.

Nilai HBA sendiri diperoleh rata-rata empat indeks harga batubara yang umum digunakan dalam perdagangan batubara dunia, yaitu Indonesia Coal Index (ICI), Newcastle Export Index (NEX), Globalcoal Newcastle Index (GCNC), dan Platt's 5900 pada bulan sebelumnya.

Penentuan ini disetarakan pada nilai kalori batubara 6.322 kcal per kilogram Gross As Received (GAR), kandungan air (total moisture) 8 persen, kandungan sulfur 0,8 persen as received (ar), dan kandungan ash 15 persen ar.

Sementara itu, mayoritas harga acuan untuk 20 mineral logam (Harga Mineral Acuan/HMA) juga mengalami penurunan di bulan Desember 2018. Misalnya, untuk harga Nikel turun menjadi USD 11.695/dry metric tonnes (dmt) dari bulan sebelumnya, yaitu 12.578,64/dmt.

1. Kobalt: USD 54.916,67/dmt, turun dari USD 59.670,91/dmt;

2. Timbal: USD 1.950,19/dmt, turun dari 1.988,07/dmt;

3. Seng: USD 2.624,29/dmt, naik dari USD 2.616,93/dmt;

4. Aluminium: USD 1.956,02/dmt, turun dari USD 2.053,82/dmt;

5. Tembaga: USD 6.174,14/dmt, naik dari USD 6.226,20/dmt;

6. Emas sebagai mineral ikutan: USD 1.223,05/troy ounce, naik dari 1.204,91/ounce 7. Perak sebagai mineral ikutan: USD 14,48/ounce, naik dari USD 14,49/troy ounce;

8. Ingot timah Pb 300: sesuai harga ingot timah yang dipublikasikan ICDX pada hari penjualan;

9. Ingot timah Pb 200: sesuai harga ingot timah yang dipublikasikan ICDX pada hari penjualan;

10. Ingot timah Pb 100: sesuai harga ingot timah yang dipublikasikan ICDX pada hari penjualan;

11. Ingot timah Pb 050: sesuai harga ingot timah yang dipublikasikan ICDX pada hari penjualan;

12. Ingot timah 4NINE: sesuai harga ingot timah yang dipublikasikan ICDX pada hari penjualan;

13. Logam emas: sesuai harga logam emas yang dipublikasikan London Bullion Market Association (LBMA) pada hari penjualan;

14. Logam perak: sesuai harga logam perak yang dipublikasikan London Bullion Market Association (LBMA) pada hari penjualan;

15. Mangan: USD 5,98/dmt, tidak mengalami perubahan;

16. Bijih Besi Laterit/Hematit/Magnetit: USD 0,87/dmt, naik dari 0,82/dmt;

17. Bijih Krom: USD 3,87/dmt, naik dari USD 3,68/dmt;

18. Konsentrat Ilmenit: USD 3,64/dmt, turun dari USD 3,56/dmt; dan

19. Konsentrat Titanium: USD 9,31/dmt, turun dari 9,38/dmt

HMA adalah salah satu variabel dalam menentukan Harga Patokan Mineral (HPM) logam berdasarkan formula yang diatur dalam Kepmen ESDM Nomor 2946 K/30/MEM/2017 tentang Formula Untuk Penetapan Harga Patokan Mineral Logam.

Variabel penentuan HPM logam lainnya adalah nilai/kadar mineral logam, konstanta, corrective factor, treatment cost, refining charges, dan payable metal.

Besaran HMA ditetapkan oleh Menteri ESDM setiap bulan dan mengacu pada publikasi harga mineral logam pada index dunia, antara lain oleh London Metal Exchange, London Bullion Market Association, Asian Metal dan Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX). [jin]

Komentar

x