Find and Follow Us

Rabu, 26 Juni 2019 | 17:55 WIB

Ekspor Produk Perikanan Naik, Si Bongkok Primadona

Senin, 10 Desember 2018 | 05:09 WIB
Ekspor Produk Perikanan Naik, Si Bongkok Primadona
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Upaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggenjot ekspor produk perikanan mulai terlihat hasilnya. Per Oktober 2018, nilainya mencapai US$4 miliar. Atau naik 12% ketimbang Oktober 2017.

Hingga tutup tahun, kementerian yang dipimpin Susi Pudjiastuti ini bisa mereguk nilai ekspor sebesar US$5 miliar. Atau naik 10% ketimbang 2017 yang mencapai US$4,52 miliar.

Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) KKP, Rifky Effendi Hardijanto mengatakan, ekspor udang masih menjadi primadona yang diproyeksikan mencapai US$1,8 miliar. Volume 180.000 ton. "Kami akan terus meningkatkan ekspor udang ini agar nilainya bisa mencapai US$ 2,8 miliar dalam tempo dua sampai tiga tahun ke depan," ujar Rifky.

Rifky menjelaskan, agar bisa mencapai nilai ekspor udang sebesar US$2,8 miliar, perlu tambahan volume ekspor udang 100.000 ton. Untuk meraihnya, PDSPKP menggandeng Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya KKP. "Selama ini produksi udang budidaya merupakan penyumbang terbesar ekspor udang nasional yang mencapai 80% dari sisanya dari perikanan tangkap," imbuhnya.

Selain menggenjot produksi udang, Rifky mengatakan, KKP juga menggenjot produksi ikan lain, seperti tuna yang berada di urutan kedua terbesar penyumbang ekspor. Selanjutnya cakalang dan tongkol di urutan kelima dan rumput laut di urutan keenam dari segi nilai ekspor tapi kedua dari segi volume.

Amerika Serikat (AS) masih menjadi pasar ekspor udang terbesar Indonesia. Di AS ekspor udang dari Indonesia merupakan yang terbesar kedua setelah India. Agar nilai ekspor bisa meningkat, KKP tengah menggarap pasar ekspor udang ke Uni Eropa.

Saat ini, Indonesia berada di urutan ke-16 pengekspor udang ke benua biru tersebut. Tahun lalu, nilai pasar ekspor udang ke Uni Eropa mencapai US$6 miliar, namun Indonesia hanya mampu meraup US$84 juta.

Rifky menambahkan, pihaknya optimis tren kenaikan ekspor produk perikanan akan berlanjut tahun depan. Ia memproyeksikan, nilai ekspor perikanan tahun depan naik 10% dari target 2018 menjadi US$5,5 miliar.

Salah satu kenaikan ekspor ini disumbang dengan mulai diekspornya ikan patin ke Arab Saudi. Nilai ekspor patin ke Arab Saudi yang sudah ditandatangani tahun ini, mencapai US$13 juta. [tar]

Komentar

x