Find and Follow Us

Sabtu, 24 Agustus 2019 | 01:55 WIB

Korban Kredit Online Sudah 1.330, OJK Jangan Diam

Senin, 10 Desember 2018 | 06:09 WIB
Korban Kredit Online Sudah 1.330, OJK Jangan Diam
(Foto: Ilustrasi)

INILAHCOM, Jakarta - Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, mendesak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) turun tangan untuk menyelesaikan permasalahan pinjaman online. Korbannya sudah ribuan lho,

Usai pos pengaduan korban pinjaman online ditutup pada 25 November 2018, LBH Jakarta menerima sedikitnya 1.330 pengaduan dari 25 provinsi di Indonesia. "Jika pemerintah dan OJK tidak segera menyelesaikan masalah ini maka akan semakin banyak orang yang menjadi korban," ujar Pengacara Publik di Bidang Perkotaan dan Masyarakat Urban LBH Jakarta Jeanny Silvia Sari Sirait di Kantor LBH Jakarta, Minggu (09/12/2018).

Jeanny menjelaskan, baik ilegal atau tidak, laporan pengaduan korban pinjaman online sebaiknya dapat ditindaklanjuti OJK. Masyarakat dikatakan harus mendapat perlindungan atas pelanggaran hukum yang terjadi itu.

"Ilegal dan legal itu sama saja. Jika alasan OJK menolak pengaduan masyarakat dengan alasan ilegal, ya itu terpatahkan dengan 1.330 pengaduan ini. Kita bisa saja tuntut atau pidanakan OJK. Sangat mungkin. Instrumen hukumnya juga tersedia," jelas dia.

Berdasarkan pengaduan yang diterima LBH Jakarta, sebanyak 25 dari 89 penyelenggara aplikasi pinjaman online yang dilaporkan kepada LBH Jakarta, merupakan penyelenggara aplikasi yang terdaftar di OJK.

Ini menunjukan bahwa terdaftarnya penyelenggara aplikasi pinjaman online di OJK, tidak menjamin minimnya pelanggaran. "Aplikasi yang dilaporkan ke kami 71,29 persen memang bukan aplikasi terdaftar di OJK. Tapi ada 28,08 persen yang terdaftar di OJK. Totalnya ada 89 aplikasi. Jadi 28 persen dari 89 itu ada 25 aplikasi terdaftar di OJK," ujarnya.

Jeanny pun mendesak pihak kepolisian turut mengusut tuntas tindak pidana yang dilaporkan penyelenggara aplikasi pinjaman online itu. "Karena ini semua merupakan bentuk praktik buruk yang dilakukan hanya untuk menarik keuntungan dan memiskinkan masyarakat," tandasnya. [tar]

Komentar

Embed Widget
x