Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 21 Januari 2019 | 21:58 WIB

Cetak Sawah di Bone Siap Genjot Produksi Padi

Oleh : Indra Hendriana | Selasa, 11 Desember 2018 | 00:30 WIB

Berita Terkait

Cetak Sawah di Bone Siap Genjot Produksi Padi
(Foto: istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Seluas 550 hektare lahan hasil program cetak sawah Kementerian Pertanian berhasil ditanami padi pada Senin (10/12/2019) di Desa Latteko, Kecamatan Awangpone, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.

Direktur Perluasan dan Perlindungan lahan (PPL) dari PSP Kementerian Pertanian, Indah Megawati mengatakan bahwa tahun 2018 ini kegiatan perluasan areal cetak sawah tersebar di lima wilayah kabupaten di Sulawesi Selatan.

"Total luas lahan cetak sawah di Sulawesi Selatan mencapai 1.395 hektare. Dimana areal terbesar berada di Kabupaten Bone, yakni seluas 550 hektare" kata Indah pada awak media, Senin (10/12/2018).

Menurut Indah, pihaknya tidak sebatas bertanggung jawab pada kontruksi cetak sawah saja. Namun juga pada kegiatan pendukung yang menyertainya seperti kelengkapan dokumen lingkungan, bantuan sarana produksi, pengawasan dan pendampingan.

Alokasi perluasan areal sawah di Kabupaten Bone sepanjang tahun 2016 hingga 2018 mencapai 2.950 hektare. "Pemanfaatannya diharapkan dapat menambah kinerja produksi padi sebagai sumbangan untuk wilayah Sulawesi Selatan," kata Indah.

Indah menjelaskan bahwa fenomena alih fungsi lahan pertanian di Indonesia menjadi masalah serius yang harus segera ditangani. Ia mengunngkapkan bila 100.000 hektar lahan sawah beralih fungsi atau dikonversi menjadi lahan lain setiap tahun.

Menurut dia, bila tidak segera diatasi dengan serius, pembangunan sektor pertanian diyakininya tidak akan berjalan lancar. Apalagu, lanjutnya, krisis pangan jadi bayangan yang menakutkan bagi setiap negara yang sebagian besar penduduknya menggantungkan diri hidup dari sektor pertanian, seperti Indonesia.

"Oleh karena itu, Kementerian Pertanian giat mengembangkan program cetak sawah baru sebagai upaya percepatan pencapaian surplus beras nasional," jelas Indah.

Di era Mentan Andi Amran Sulaiman, masih kata Indah, kementerian pertanian berhasil menuntaskan lima masalah dasar dalam percepatan pembangunan pertanian, diantaranya air irigasi, lahan sawah, pupuk, benih, alat mesin pertanian (alsintan) serta penyuluhan sehingga produksi pangan strategis terus meningkat.

Ia menjelaskan, bahwa Menteri Amran selalu mengimbau agar peningkatan produksi tidak berhenti pada komoditi padi saja, melainkan juga harus menyentuh komoditas perkebunan, peternakan, tanaman pangan dan juga hortikultura.

Dalam kesempatan tersebut, Indah menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada sejumlah pihak yang turut serta dalam pengerjaan program ini, seperti Bupati Bone, Fahsar Mahdin Padjalangi, Danrem 141 Taddopuli, Kolonel Suwarno dan seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemda Kabupaten Bone.

Indah berharap kegiatan perluasan sawah hendaknya tidak berhenti sampai penambahan luas baku sawah semata, melainkan harus bermuara pada peningkatan produksi pangan berkelanjutan yang bersumber pada peningkatan produktivitas per satuan lahan dan harus tercatat resmi oleh BPS serta masuk dalam penyusunan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).

"Namun kami juga menyampaikan rasa terima kasih yang tak terhingga kepada petani selaku pahlawan pangan kita," katanya.

Bila dikawal dengan baik, Indah optimis target optimasi lahan rawa yang luasnya mencapai 500 ribu hektar di tahun 2019 mendatang yang dibentuk dalam sebuah program bernama SERASI (Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani) dapat berjalan lancar. Program ini dilanjutkan karena keberhasilan Kementan dalam mengolah rawa menjadi lahan pertanian produktif di Jejangkit, Provinsi Kalimantan Selatan.

Mneteri Amran sendiri menjelaskan bahwa pemanfaatan rawa nantinya akan saling terintegrasi antara lahan ternak, perkebunan dan sawah. Menurut dia, program ini merupakan mimpi lama yang baru terralisasi tahun ini.

"Saya yakin jika program ini berjalan dengan baik, maka petani bisa untung 2 kali lipat. Dan itu sudah sesuai dengan mimpi besar kita, yaitu kesejahteraan petani," jelas Amran. [jin]

Komentar

x