Find and Follow Us

Rabu, 19 Juni 2019 | 15:01 WIB

Kontraktor Migas Kian Gemari Skema Gross Split

Oleh : Wahid Ma'ruf | Rabu, 12 Desember 2018 | 11:05 WIB
Kontraktor Migas Kian Gemari Skema Gross Split
(Foto: esdm)

INILAHCOM, Jakarta - Kementerian ESDM yakin skema gross split akan kian menjanjikan bagi kontraktor migas. Sebab prosesnya simpel dan efektif.

"Perusahaan Italia dan Pertamina telah pindah dari Cost Recovery ke Gross Split. Gross Split membuat proses lebih simpel dan efektif," ungkap Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar saat menyaksikan penandatanganan Kontrak Bagi Hasil Gross Split Wilayah Kerja (WK) Sengkang dan WK East Sepinggan di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (11/12/2018).

Lebih lanjut ia mengungkapkan, meski dari prespektif Pemerintah skema Gross Split ini sangat atraktif. Namun pemerintah tetap terbuka atas masukan dari para kontraktor. "Pemerintah menerima semua masukan dan kritik atas konsep Gross Split. Tapi hari ini (kemarin) membuktikan bahwa skema itu menjanjikan," tegas Arcandra yang didampingi Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas), Djoko Siswanto, seperti mengutip dari esdm.go.id.

Kontrak Bagi Hasil WK Sengkang merupakan kontrak perpanjangan dengan Pemegang Partisipasi Interes Energy Equity Epic (Sengkang) Pty. Ltd. sebesar 100%. Kontrak Bagi Hasil WK Sengkang akan berlaku untuk 20 (dua puluh) tahun, efektif sejak tanggal 24 Oktober 2022.

Perkiraan nilai investasi dari pelaksanaan Komitmen Kerja Pasti (KKP) 5 (lima) tahun pertama sebesar USD 88.000.000 dan Bonus Tanda Tangan sebesar USD 12.000.000. Partisipasi Interes yang dimiliki Energy Equity Epic (Sengkang) tersebut termasuk Partisipasi Interes 10% yang akan ditawarkan kepada Badan Usaha Milik Daerah.

Sementara, Kontrak Bagi Hasil WK East Sepinggan merupakan Kontrak skema Cost Recovery pertama yang beralih menjadi Kontrak skema Gross Split sesuai dengan usulan Kontraktor. Salah satu pertimbangannya adalah dalam rangka efektifitas pengembangan WK East Sepinggan.

Pemegang Partisipasi Interes WK East Sepinggan adalah Eni East Sepinggan Limited sebesar 85% dan PT Pertamina Hulu Energi East Sepinggan sebesar 15%, dimana Eni East Sepinggan Limited bertindak sebagai Operator.

Komentar

x