Find and Follow Us

Rabu, 26 Juni 2019 | 17:50 WIB

Sudirman Said: Mustinya BUMN Dikelola Profesional

Oleh : Indra Hendriana | Kamis, 13 Desember 2018 | 01:05 WIB
Sudirman Said: Mustinya BUMN Dikelola Profesional
Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said prihatin dengan kondisi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang saat ini sebagian besar dililit hutang.

"Sekarang ini utang sudah 67% dari aset. Sebetulnya kalau BUMN diurus dengan baik, sumber talenta terbaik ya dari BUMN," kata Sudirman dalam diskusi Rabu Biru bertajuk 'Selamatkan BUMN Sebagai Benteng Ekonomi Nasional' di Hotel Ambhara, Jakarta, Rabu (12/12/2018).

Tata kelola BUMN yang buruk menurut dia, juga tidak lepas dari peran pemerintah yang ikut andil di dalamnya. Melihat kondisi BUMN yang kian memprihatinkan, Sudirman menegaskan pasangan Capres dan Cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno memiliki tekad ingin membangun perusahaan milik negara tersebut dengan baik dan membenahinya dari semua aspek.

"Prabowo-Sandi ingin BUMN untuk seluruh rakyat Indonesia: Prabowo-Sandi ingin Indonesia untuk semua BUMN boleh menjadi engine, tetapi kalau implementasi harus untuk semua," kata dia.

Sebelumnya, mantan sekretaris Meneg BUMN Said Didu mengatakan, apabila pemerintah mengintervensi pengelolaan BUMN maka dampaknya BUMN seperti dimiliki penguasa.

"Posisi BUMN badan usaha milik negara, bukan milik penguasa. Jadi, itu harus diclear-kan. Jadi jangan ada penguasa yang menggunakan BUMN karena bukan milik dia, tapi milik negara ini pengkhayatan yang prinsipil," tegas dia.

Adapun data Kementerian BUMN dengan komisi VI DPR pada 3 Desember lalu, hingga akhir September 2018, total utang BUMN di Indonesia mencapai Rp5.271 triliun.

Dari jumlah tersebut, sebesar Rp 3,311 triliun disumbang dari BUMN sektor keuangan, dengan komponen terbesarnya berupa dana pihak ketiga (DPK) perbankan yang mencapai 74% dari total utang. [jin]

Komentar

x