Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 23 Maret 2019 | 00:36 WIB

TNI AD Kerahkan Pasukan Tanam Padi di Lahan HPS

Jumat, 14 Desember 2018 | 14:17 WIB

Berita Terkait

TNI AD Kerahkan Pasukan Tanam Padi di Lahan HPS
(Foto: DitjenPSP)

INILAHCOM, Barito Kuala - Kodim 1005 Marabahan dan Korem 101/Antasari Kalimantan Selatan menggelar Hari Pangan Sedunia (HPS) dengan melakukan penanaman padi di Desa Jejangkit, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan. Puluhan anggota TNI-AD pun dikerahkan untuk membantu pelaksanaan optimalisasi lahan.

Kegiatan ini dihadiri WA Asisten Teritorial (Aster) Kasad Brigjen TNI Gathut Setyo Utomo, Direktur Perluasan dan Perlindungan Lahan Kementerian Pertanian Indah Megawati, Sekda Barito Kuala dan beberapa SKPD terkait, hadir dilokasi lahan eks-HPS di Desa Jejangkit Kabupaten Barito Kuala.

Gathut Setyo Utomo mengatakan, TNI akan selalu mendukung pemerintah dalam meningkatkan produksi pangan. Menurutnya, pelaksanaan penanaman di lahan pelaksanaan HPS tersebut, awalnya hanya tanam pada saat kemarau. Namun kini akan diupayakan bisa tanam pada musim penghujan.

"Kegiatan tanam dimulai pada Kamis (13/12/2018). Ini merupakan upaya optimalisasi, sekaligus memberikan contoh kepada masyarakat, bahwa menanam pada musim penghujan juga bisa berhasil dengan baik," kata Gathut Setyo Utomo.

Advertisement

Anggota TNI tersebut menanam padi jenis unggul. Sehingga, petani ke depan bisa melaksanakan panen satu tahun dua hingga tiga kali. Pada tahap awal, anggota menanam di lahan seluas sekitar 50 hektare dari total lahan seluas 240 hektare. "Setelah itu, akan dievaluasi bagaimana hasilnya. Bila bagus maka penanaman akan dilanjutkan dan diharapkan upaya tersebut, bisa ditiru oleh para petani," ujarnya.

Pembangunan tanggul-tanggul air yang berada di sepanjang lokasi pertanian juga sedang diselesaikan. Selain itu, juga dilakukan proses pengaspalan jalan di sepanjang lokasi pertanian Jejangkit.

Kepala Dinas Pertanian Kalsel, Fathurrahman mengatakan, sebelumnya air yang menggenangi lahan disedot. Usai disedot, maka lahan akan kembali siap ditanami dengan padi jenis unggul. "Seharusnya proses tanam padi dilakukan pada Oktober, namun karena air masih cukup banyak yang menggenangi persawahan, penanaman mundur hingga Desember," ungkap Fathurrahman.

Diperkirakan, pada Maret 2019, padi tersebut akan dipanen, dan dilanjutkan musim tanam berikutnya pada Maret. Kemudian April hingga September akan ditanami dengan padi lokal. "Sedangkan sisa waktu yang ada yaitu September-Oktober, bisa ditanami sayur mayur maupun lainnya, selain padi," pungkasnya. [*]

Komentar

x