Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 21 Januari 2019 | 21:59 WIB

Pengamat Bilang Ekonomi 2019 Makin Berat

Oleh : M Fadil Djailani | Sabtu, 15 Desember 2018 | 16:40 WIB

Berita Terkait

Pengamat Bilang Ekonomi 2019 Makin Berat
Pengamat Ekonomi Nawir Messi - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Tahun depan, perekonomian global diperkirakan cenderung melambat. Hal ini tentunya berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi negara berkembang, termasuk Indonesia.

"Teman-teman banyak yang optimis sekarang lebih dari 5% dan tahun depan 5,2%. Saya kok tidak melihat itu," kata Pengamat Ekonomi Nawir Messi dalam sebuah diskusi bertemakan 'Meraba Ekonomi 2019' di kawasan Thamrin, Jakarta, Sabtu (15/12/2018).

Nawir bilang, tahun depan, kondisi konsumsi rumah tangga masih diselimuti awan kelabu, dimana pertumbuhannya diperkirakan bakal terkoreksi. Padahal sektor ini berkontribusi besar dalam mendongkrak ekonomi.

"Konsumsi rumah tangga indikator yang utama adalah pertumbuhan Ritel, year on year ritel growth, dari 2011 sampai 2017, itu double digit. Sekarang 2018, kuartal III turun 5%, atau 4% kata BI (Bank Indonesia). Ini implikasinya adalah permintaan rumah tangganya stagnan. Saya kok agak ragu bisa tumbuh 5,2%," katanya.

Tak hanya itu, Nawir juga bilang kondisi ekspor juga boleh dibilang bernasib sama. Di mana, tahun depan, diprediksi pertumbuhannya stagnan.

"Ekspor kita stagnan, 2019 tidak akan ada pertumbuhan ritel 4,5% atau 4,6%. Lalu bagaimana dengan swasta, private sektor, sekarang growth iklan ini cuma 4%. Kondisi yang slowing down dari awal tahun sampai akhir tahun bisnis akan wait and see," katanya.

Sementara, melalui asumsi makro dalam RAPBN 2019, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi tahun depan sebesar 5,4%. [ipe]


Komentar

x