Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 20 Maret 2019 | 09:05 WIB

Komisi IV DPR dan Kementan Pantau Pasar Palembang

Minggu, 16 Desember 2018 | 11:40 WIB

Berita Terkait

Komisi IV DPR dan Kementan Pantau Pasar Palembang
(Foto: Kementan)

INILAHCOM, Palembang - Jelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), Komisi IV DPR RI bersama Kementerian Pertanian mengadakan kunjungan kerja ke Sumatera Selatan, Jum'at (14/12/2018) untuk memantau pasokan dan harga pangan pokok dan strategis.

Lokasi yang dipantau adalah Pasar Palima, sebagai salah satu pasar besar yang menjual berbagai komoditas pangan strategis. "Dari pantauan yang kami lakukan, pasokan cukup dan harga pangan stabil," ujar Daniel Johan pimpinan Komisi IV DPRRI yg memimpin kunjungan Kerja Komisi IV DPRRI Pada masa reses masa sidang ke II tahun 2018-2019 ke lokasi Pasar Palima Palembang

Kunjungan didampingi beberapa pejabat Kementerian Pertanian di antaranya Kepala Badan Pengembangan SDM Pertanian Momon Rusmono, Kepala Pusat Distribusi dam Cadangan Pangan Badan Ketahanan Pangan (BKP) Risfaheri, Direktur Operasional Perum Bulog Bakhtiar, dan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumatera Selatan Taufik Gunawan.

"Kita bisa lihat bersama-sama, harga telur dan lainnya di pasar Palima ini masih stabil dan wajar," ujar Momon Rusmono. Harga telur ayam rata-rata dijual Rp22.000-23.000/Kg, lebih rendah dari harga telur di DKI Jakarta. Begitu juga harga daging ayam segar dijual Rp30.000-32.000/Kg.

"Harga kedua komoditas ini bisa wajar karena rantai pasok lebih efisien, karena langsung dari peternak," kata Suki pedagang telur ayam ras. "Pasokan telur terus ada, dan kami mengambil telur langsung dari kandang peternak, bukan dari agen atau pedang telur lain," tambah Suki.

Hal tersebut diperkuat dengan pernyataan Subakti, pedagang telur lainnya yang menjual telur ayam ras dengan harga Rp22.000-22.500/kg. "Harga telur stabil, karena pasokan cukup," ujar Subakti.

Kepala Pusat Distribusi dan Cadangan Pangan Risfaheri merespon positif model pendistribusian ini. Menurut Risfaheri, harga telur dan daging ayam ras di Palembang bisa lebih murah dibandingkan daerah lain seperti Jakarta, karena rantai distribusi di Sumatera Selatan sangat efisien, yaitu dari Peternak langsung dijual oleh pedagang pasar ke konsumen akhir. "Model rantai distribusi pangan di Palembang ini dapat dijadikan model pemasaran oleh daerah-daerah lain di Indonesia," ujar Risfaheri.

Pedagang daging ayam ras, Zaenu mengatakan harga masih sangat wajar. "Daging ayam kami jual Rp 30.000-32.000/Kg. Harga ini masih stabil dan wajar," ujar Zaenu.

Untuk komoditas lain seperti beras medium dijual dengan harga Rp8.500-8.900/kg, cabai keriting Rp32.000/kg, bawang putih Rp18.000/Kg, bawang brebes Rp28.000/Kg.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumatera Selatan, Taufik Gunawan menuturkan, menjelang HBKN pihaknya sudah melakukan 10 kali Pasar Murah di 10 Kecamatan di Kota Palembang. "Sejak awal November hingga kini, kami terus melakukan pemantauan pasokan dan harga pangan pokok dan strategis," tutur Taufik.

Dampaknya, kata Taufik, pasokan dan harga pangan tetap stabil dan wajar. "Semua ini bisa terkendali, karena ksmi bekerja sama dan para produsen dan pedagang dari Sumatera Selatan," tambahnya. [*]

Komentar

x