Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 21 Januari 2019 | 21:58 WIB

Inilah Aksi Konkrit RI Mengurangi Sampah Plastik

Minggu, 16 Desember 2018 | 11:56 WIB

Berita Terkait

Inilah Aksi Konkrit RI Mengurangi Sampah Plastik
(Foto: KementerianLHK)

INILAHCOM, Jakarta - Indonesia berkomitmen menetapkan target pengurangan sebesar 30% dan dan penanganan sampah dengan benar sebesar 70% dari total timbulan sampah pada 2025. Target tersebut dinyatakan secara resmi pada Peraturan Presiden No. 97 Tahun 2017 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional tentang Pengelolaan Sampah.

Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3 KLHK, Rosa Vivien Ratnawati dalam talkshow yang bertema "Indonesian Concrete Action On Reducing Plastic Waste" di Paviliun Indonesia COP 24 UNFCCC di Katowice, Polandia, mengatakan untuk mengurangi sampah plastik, Indonesia telah mengambil beberapa tindakan nyata.

Rosa Vivien menjelaskan KLHK sedang menyusun Rancangan Peraturan Menteri LHK tentang Roadmap (peta jalan) Pengurangan Sampah oleh Produsen yang bertujuan untuk menerapkan tanggung jawab produsen untuk mengurangi limbah yang berasal dari produk dan/atau kemasan mereka, yang terukur, dapat dipertanggungjawabkan, dan dapat diverifikasi.

"Ada tiga produsen yang menjadi target utama: pemilik merek, pengecer, dan sektor jasa makanan dan minuman seperti hotel, restoran dan kafe", jelas Rosa Vivien Rabu (12/12/2018 waktu setempat).

Berdasarkan data, timbulan sampah di Indonesia didominasi oleh sampah organik sebesar 57%, diikuti sampah plastik 16%, kertas dan karton 10%, dan lainnya 17%. Dalam satu dekade, komposisi sampah plastik meningkat 5%, timbunan sampah plastik meningkat pesat dalam 5 tahun terakhir. Jakarta menghasilkan 2.000 ton sampah kantong plastik setiap tahun dan 4 jenis sampah plastik paling umum yang ditemukan di ekosistem pesisir dan laut termasuk tas belanja plastik sekali pakai, sedotan plastik, kemasan sachet, dan styrofoam.

Tindakan nyata selanjutnya, dikatakan Rosa Vivien menginisiasi dan mendukung pembangunan Bank Sampah. Saat ini Indonesia memiliki lebih dari 5.000 bank sampah yang melibatkan masyarakat untuk mengurangi sampah dari sumbernya.

"Di Indonesia bank sampah mengambil peran penting dalam pengurangan sampah plastik dan juga sebagai titik pengumpulan utama untuk menerapkan tanggung jawab produsen dalam mengurangi sampah hasil produksinya untuk mencapai Circular Economy serta memberikan perkembangan terkini tentang mitigasi dan adaptasi perubahan iklim di Indonesia", katanya.

Kirana Pritasari, Direktur Kesehatan Masyarakat, Kementerian Kesehatan yang juga hadir dalam talkshow ini menyatakan permasalahan sampah berkaitan erat dengan kesehatan masyarakat. "Dari sampah-sampah tersebut, seseorang bisa tertular penyakit secara langsung dan tidak langsung," kata Kirana. [*]

Komentar

x