Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 22 Januari 2019 | 02:19 WIB

Pelan tapi Pasti Utang Era Jokowi Mendaki Rp5.227T

Selasa, 18 Desember 2018 | 07:54 WIB

Berita Terkait

Pelan tapi Pasti Utang Era Jokowi Mendaki Rp5.227T
(Foto: istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Utang luar negeri (ULN) Indonesia naik 5,3% pada akhir Oktober 2018, menjadi Rp5.227 triliun, atau setara US$360,5 miliar Demikian laporan Bank Indonesia (BI), Jakarta, Senin (17/12/2018).

Jika dibanding September 2018, jumlah utang luar negeri sebesar US$359,7 miliar. Utang luar negeri (ULN) Indonesia menjadi naik 0,19%. "Utang luar negeri Indonesia akhir Oktober 2018 terdiri dari utang pemerintah dan bank sentral sebesar 178,3 miliar dolar AS, serta utang swasta termasuk BUMN sebesar 182,2 miliar dolar AS," tulis bank Sentral dalam Statistik Utang Luar Negeri Indonesia.

Secara rinci, ULN pemerintah mencapai US$175,4 miliar, naik 3,3% (year on year/yoy). Sedangkan ULN bank sentral mencapai US$2,9 miliar. Untuk ULN swasta termasuk BUMN mencapai US$182,2 miliar, atau naik 7,7% (yoy). Hingga akhir Oktober 2018, ULN swasta tersebut terdiri dari lembaga keuangan bank sebesar US$32,5 miliar dan lembaga keuangan bukan bank sebesar US$10 miliar.

Sementara debitur bukan lembaga keuangan sebesar US$139,6 miliar. Posisi ULN swasta pada akhir Oktober 2018 tumbuh 7,7% (yoy), meningkat dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang tumbuh 6,7% (yoy), terutama didorong oleh pertumbuhan ULN pada sektor pengadaan listrik, gas, uap/air panas (LGA). ULN swasta tersebut sebagian besar dimiliki oleh sektor jasa keuangan dan asuransi, sektor industri pengolahan, sektor LGA, serta sektor pertambangan dan penggalian.

Meski meningkat, BI memandang perkembangan ULN Indonesia tetap terkendali dengan struktur yang sehat, di antaranya karena rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) di kisaran 34% per akhir September 2018.

Angka itu masih di bawah batas maksimal menurut Undang-Undang (UU) Nomor 17 Tahun 2003 sebesar 60% terhadap PDB. Bahkan, rasio tersebut masih lebih baik dibandingkan dengan rata-rata negara dengan kapasitas ekonomi serupa (peers). Di samping itu, struktur ULN Indonesia tetap didominasi ULN berjangka panjang yang memiliki pangsa 86,9% dari total ULN. [tar]

Komentar

x