Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 19 Maret 2019 | 00:16 WIB

Jonan Minta Perusahaan Batu Bara Pacu Nilai Tambah

Oleh : Indra Hendriana | Rabu, 19 Desember 2018 | 00:16 WIB

Berita Terkait

Jonan Minta Perusahaan Batu Bara Pacu Nilai Tambah
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan - (Foto: Inilahcom/Eusebio Chrysnamurti)

INILAHCOM, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan meminta, semua perusahaan pertambangan batu bara meningkatkan nilai tambah dengan mebangun industri hilir.

Sebab, selain menambah nilai ekspor, industri hilir batu bara diyakininya bisa meningkatkan tenaga kerja. Hal ini, kata Jonan sudah diterapkan di negara lain.

"Perspektif internasional sekarang sudah tidak ada lagi coal company namun berubah menjadi coal energy company. Hal itu karena batubara sudah diubah atau dikonversi pada produk turunannya," kata Jonan, Jakarta, Selasa (18/12/2018).

Dengan begitu, persfektif tersebut perlu diterapkan di sektor batubara nasional supaya kegiatan usaha pertambangan ini memberikan banyak manfaat. Penerimaan Negara Bukan Pajak tahun ini yang mencapai Rp40 triliun dari batubara bisa bertambah berkali lipat jika dilakukan hilirisasi.

"Jadi jangan lagi gali dan jual tapi dibuat produk turunannya. Itu apakah dijadikan gas untuk pengganti LPG atau avtur seperti di Tiongkok. Ini penting sekali harus ada nilai tambah dan teknologinya sudah ada ko," ujar dia.

Ia juga memaparkan bahwa perubahan persfektif dan peningkatan nilai tambah sangat penting. Contohnya, dalam 10 tahun terakhir perusahaan terbesar didunia berubah dari semula yang berkecimpung di sektor pertambangan dan migas diganti perusahaan sektor teknologi dan jasa.

Pada 2008 terdapat 10 perusahaan terbesar didunia ditempati Petrochina diurutan pertama kemudian disusul Exxon, General Eletrik, China Mobile, ICBC, Gazprom, Microsoft, Royal Dutch Shell, Sinopec, AT and T. Itu berubah pada 2018 yakni Apple menempati urutan pertama disusul Google, Microsoft, Amazon, Facebook, Tenent, Cershire, Alibaba, J and J, dan JP Morgan.

Dari data tersebut, kata Jonan, bisa ditarik kesimpulan bahwa industri harus mengikuti teknologi dan kemauan pasar. Hal itu juga yang harus dilakukan perusahaan batubara nasional.

"Teknologinya ada, tinggal kita mau atau tidak. Sekarang gini saja buat batubara jadi gas saja pengganti LPG. Kalau melihat Freeport Mcmoran dan PT Freeport Indonesia mereka juga sudah berubah untuk menjadi perusahaan energi bukan tambang lagi. Mereka berorientasi menyuplai bahan baku untuk kebutuhan pembuatan baterai kendaraan listrik," ujar dia. [jin]

Komentar

x