Find and Follow Us

Rabu, 20 November 2019 | 00:50 WIB

10% Saham Papua di Freeport, Ini Rekomendasi BPK

Oleh : Indra Hendriana | Rabu, 19 Desember 2018 | 16:30 WIB
10% Saham Papua di Freeport, Ini Rekomendasi BPK
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Skema pembagian saham PT Freeport Indonesia (PTFI) sebesar 10% kepada Pemprov Papua, sempat kisruh. Lantaran Pemprov Papua menolak skema yang ditawarkan PT Inalum (Persero).

Dalam hal ini, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) memberikan rekomendasi terhadap pemerintah terkait hal itu. Sebaiknya pemerintah Papua tidak diberi saham. Melainkan dijatah dividen atau keuntungan setara 10% saham.

Anggota IV BPK, Rizal Djalil mengatakan, rekomendasi itu diberikan, karena apabila saham diberikan dikhawatirkan jatuh ke tangan penumpang gelap. Ujung-ujungnya, daerah tidak mendapat manfaat dari Freeport.

"Secara pengalaman empiris kita, yang BUMD kerjasama sama penumpang gelap. Jadi bukan penyertaan modal. Tetapi melalui deviden. Itu paling aman," kata Rizal, di Gedung BPK, Jakarta Pusat, Rabu (19/12/2018).

Rizal mengungkapkan, kepemilikan saham melalui pembagian dividen akan tepat sasaran, sehingga masyarakat merasakan kepemilikan saham oleh Pemda Papua. Hal ini juga menjadi amanat Presiden Joko Widodo (Jokowi). "Ini supaya 10 persen sesuai amanah presiden. jadi milik rakyat Papua," papar mantan Anggota DPR asal PAN ini. [ipe]

Komentar

Embed Widget
x