Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 21 Januari 2019 | 21:49 WIB

Neraca Dagang Jebol Terparah Sejak 2013, Kata BI..

Oleh : M Fadil Djailani | Kamis, 20 Desember 2018 | 16:27 WIB

Berita Terkait

Neraca Dagang Jebol Terparah Sejak 2013, Kata BI..
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Masih tekornya neraca dagang Indonesia yang hingga November ini tercatat US$2,05 miliar, merupakan yang terparah sejak 2013.

Bank Indonesia (BI) menilai tekornya neraca dagang ini imbas kinerja ekspor yang belum begitu baik, disisi lain permintaan barang impor yang tinggi juga tak terbendung. BI menilai kondisi ini tak lepas dari situasi ekonomi global yang kurang kondusif.

"Defisit neraca perdagangan tercatat US$2,05 miliar dipengaruhi penurunan kinerja ekspor akibat pertumbuhan ekonomi dunia yang melandai dan harga komoditas ekspor Indonesia yang menurun," kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konfrensi pers di Kantornya, Jakarta, Kamis (20/12/2018).

Meski begitu lanjut Perry, kinerja impor mulai menurun sejalan dengan kebijakan pengendalian yang ditempuh oleh pemerintah. "Meskipun masih tumbuh tinggi guna memenuhi kebutuhan kegiatan produktif yakni untuk investasi," katanya. Pada saat yang bersamaan, aliran masuk modal asing ke pasar keuangan domestik pada November 2018 secara total tercatat sekitar US$7,9 miliar, yang terjadi pada semua jenis aset, termasuk ke pasar saham dan penerbitan obligasi global korporasi. Sedangkan posisi cadangan devisa pada akhir November 2018 cukup tinggi sebesar US$117,2 miliar, atau setara dengan pembiayaan 6,5 bulan impor atau 6,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. Ke depan, BI terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah guna memperkuat ketahanan sektor eksternal, termasuk neraca perdagangan sehingga defisit transaksi berjalan dapat menurun pada 2019 dengan prakiraan kisaran 2,5% dari PDB.

Komentar

x