Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 21 Januari 2019 | 22:00 WIB

Pakar Dorong Penertiban Tambang Minerba Ilegal

Oleh : Indra Hendriana | Jumat, 21 Desember 2018 | 00:15 WIB

Berita Terkait

Pakar Dorong Penertiban Tambang Minerba Ilegal
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) mendorong penertiban tambang mineral dan batubara (minerba) ilegal. Tujuannya adalah untuk meningkatkan pengelolaan pertambangan yang lebih baik.

Ketua Umum Perhapi, Rizal Kasali mengatakan, penertiban tambang minerba ilegal menjadi sikap pengurus baru Perhapi. Di mana, sektor pertambangan minerba membawa dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi nasional mupun daerah. Selain itu, bisa menciptakan lapangan kerja dan menjadi penyumbang pendapatan negara.

"Tambang itu ada dua, pertama tambang legal yang memiliki Izin dari pemerintah, sesuai Undang-Undang Minerba. Ada pertambangan ilegal, ini memang tidak ada izin, tidak melakukan pertambangan dengan baik," kata Rizal di Jakarta, Kamis (20/12/2018).

Rizal mengatakan, keberadaan tambang ilegal tentunya membawa dapak negatif, diantaranya merusak lingkungan, membahayakan keselamatan karena tidak memenuhi kaidah keselamatan dan kehilangan potensi pendapatan negara.

"Negara harus dapat manfaat pengelolaan sumber daya alam tersebut, ini akan mengacaukan neraca sumber daya nasional karena tidak ada laporan," kata dia.

Atas banyaknya dampak negatif yang dihasilkan dari pertambangan ilegal, Perhapi pun mendukung pemerintah dan aparat penegak hukum menindak dengan tegas. "Ini harus ditertibkan dan ditindak. Kami mendukung untuk menindak pertambangan ilegal tersebut," tuturnya.

Sementara Wakil Ketua Perhapi Sudirman Widhy Hartono mengungkapkan, kegiatan pertambangan minerba ilegal mencoreng industri pertambangan, karena menimbulkan kesan tambang adalah bisnis yang merusak lingkungan. Padahal ada kegiatan pertambangan legal yang memperhatikan kelestarian lingkungan, dengan menerapkan perbaikan lingkungan.

"Usaha pertambangan tanpa izin tidak memperhatikan keberlangsungan lingkungan, saya lihat mereka meninggalkan lahan tambang tanpa melakukan reklamasi," kata dia. [ipe]

Komentar

x