Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 19 Februari 2019 | 23:06 WIB

Begini Jurus Emil Beresi Ketimpangan di Jabar

Jumat, 21 Desember 2018 | 14:50 WIB

Berita Terkait

Begini Jurus Emil Beresi Ketimpangan di Jabar
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Garut - Upaya mengatasi masalah ketimpangan di Jawa Barat, ditempuh Ridwan Kamil dengan menggali potensi di pedesaan. Serta, sentralisasi produksi guna melahirkan nilai tambah.

Ya, Bang Emil, sapaan akrab Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, mengatakan, Jabar memiliki 5.312 desa, sehingga memerlukan strategi pemerataan yang khusus. Karena wilayahnya yang begitu luas.

"Desa-desa ini harus mandiri karena Jawa Barat itu masalahnya ketimpangan. Karena tidak ada daya upaya, potensi, tidak ada ilmu, orang-orang desa frustasi, dan pergi pindah ke kota," kata Gubernur yang akrab dipanggil Emil ini, pada Desa Juara Launching Program One Village One Company (OVOC), di Desa Sukalaksana, Garut, Jabar, Kamis (20/12/18).

Maka dengan program satu desa satu perusahaan, kata Emil, diharapkan masyarakat tetap tinggal di desa, dengan memiliki pekerjaan, dengan penghasilan yang diharapkan setara dengan pendapatan di kota.

Terkait pemasaran, kata Gubernur, dirinya telah membentuk "off- taker forum", atau forum pembeli, untuk memastikan calon pembeli produk-produk yang dihasilkan di desa. "Setelah ada yang beli, nanti kita bagi ke desa- desa," kata Emil.

Itulah yang beda dari program yang digagas Gubernur Emil, dimana Pemprov Jabar lah yang mencari pasar. Jika pasar sudah ada, Pemprov Jabar akan mencari desa yang tepat untuk memenuhi kebutuhan pasar yang telah dibuka.

"Rencana modal dasar Rp.100 juta, selanjutnya setelah perusahan bergulir, masuklah ke ekonomi yang sebenarnya, selanjutnya perusahaan desa bisa mengembangkan bisnisnya lebih besar lagi," katanya.

Maka, lewat OVOC inilah, kesejahteraan Indonesia mulai dibangun dari desa-desa Juara di Jawa Barat. Pun cita- cita tersebut harus diraih dengan sinergi semua pihak. "Ini yang disebut teori pentahelix, ada pemerintah, swasta, perguruan tinggi, media dan masyarakat. Teori ini akan kita terus gunakan membangun Jawa Barat," kata Gubernur.

Tak sampai disitu, Emil juga melihat potensi keberadaan perguruan tinggi, yang juga sangat diperlukan dalam mensukseskan program ini dalam hal peningkatan sumber daya manusia, dan menerapkan teknologi-teknologi yang menjadi temuan perguruan tinggi di masyarakat. "Kita tantang nanti alumni-alumni, milenials perguruan tinggi untuk mau tinggal di desa, membuat business plant dan pengembangan desa," katanya.

Salah satu desa yang bahkan telah menggulirkan 'bisnis' pariwisatanya adalah dengan memasarkan paket Desa Wisata Ciburial pada aplikasi market pariwisata Jabar, www.gurilaps.com. [ipe]

Komentar

Embed Widget
x