Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 19 Maret 2019 | 00:17 WIB

ESDM: Tsunami Usai Letusan Gunung Anak Krakatau

Oleh : Indra Hendriana | Minggu, 23 Desember 2018 | 14:16 WIB

Berita Terkait

ESDM: Tsunami Usai Letusan Gunung Anak Krakatau
Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Rudi Suhendar - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarya - Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Rudi Suhendar mengatakan, penyebab tsunami di Selat Sunda masih dikaji. Bencana terjadi setelah letusan Gunung Anak Krakatau.

"Pada 22 Desember, seperti biasa hari-hari sebelumnya gunung Anak Krakatau terjadi letusan. Jam 21.03WIB tadi malam terjadi letusan, selang beberapa lama ada info tsunami," kata dia dalam keterangan tertulis, Minggu, (23/12/2018).

Dia mengakatan, kajian perlu dilakukan karena ada letusan Gunung Anak Krakatau. "Hal itu adalah saat tremor-tremor tertinggi yang selama ini terjadi sejak bulan juni 2018 tidak menimbulkan gelombang terhadapd air laut bahkan hingga tsunami. Material lontaran saat letusan-letusan yang jatuh sekitar tubuh gunung api masih yang bersifat lepas dan sudah turun saat letusan ketika itu," ujar dia.

Sebab, untuk menimbulkan tsunami sebesar itu, kata dia, perlu ada runtuhan yang cukup besar yang masuk ke dalam kolam air laut. Kemudian untuk merontokan bagian tubuh gunung Anak Krakatau yang longsor ke bagian laut diperlukan energi yang cukup besar, ini tidak terdeksi oleh seismograph di pos pengamat.

"Oleh karena itu, kami masih perlu data-data untuk dikorelasikan antara letusan gunungapi dengan tsunami," kata dia. [jin]

Komentar

x