Find and Follow Us

Jumat, 21 Juni 2019 | 03:11 WIB

BI Incar Toko Kelontong Kepri Nyambi Money Changer

Senin, 24 Desember 2018 | 13:09 WIB
BI Incar Toko Kelontong Kepri Nyambi Money Changer
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Batam - Bank Indonesia (BI) menegaskan, jasa penukaran valuta asing (valas) harus segera mengurus perizinan. Kalau bandel siap-siap kena sanksi.

Kepala Perwakilan BI Kepri, Gusti Raizal Eka Putra di Batam, Senin (24/12/2018), mengatakan, pelaku usaha tidak perlu khawatir, karena pengurusan perizinan tidak dipungut biaya.

"Pelaku penyelenggara kegiatan usaha penukaran valuta asing (KUPVA) tidak berizin agar segera menghentikan kegiatan usahanya dan mengajukan izin ke BI. Perlu kami tekankan kembali pengurusan izin di BI gratis," kata dia.

Aktivitas penukaran valas di Kepri relatif tinggi, mengingat provinsi itu berbatasan dengan empat negara yakni Singapura, Malaysia, Vietnam dan Thailand. Apalagi, kunjungan wisatawan mancanegara ke kabupaten kota di Kepri juga banyak, mencapai dua juta kunjungan dalam setahun.

Di tambah lagi, aktivitas masyarakat perbatasan yang kerap mengunjungi negara tetangga untuk berbagai urusan, membuat kegiatan penukaran valas amat marak.

Gusti meminta, masyarakat selalu menggunakan KUPVA yang telah memperoleh izin BI. "Jika menemukan pihak yang diduga melakukan kegiatan penukaran valas tanpa izin, agar melapor ke Kantor Perwakilan BI Kepri," kata dia.

Kemudian, kepada penyelenggara KUPVA BB (Bukan Bank)yang berizin, diingatkan agar tidak bekerja sama dan bertransaksi dengan pelaku ilegal. "BI akan memberikan sanksi tegas kepada pihak-pihak yang melanggar ketentuan," kata Gusti menegaskan.

Ia juga mengingatkan kepada penyelenggara penukaran valas masyarakat berhati-hati apablla terdapat pihak tidak bertanggung jawab yang memanfaatkan kegiatan penertiban dengan mengatasnamakan BI.

Sebelumnya, BI menertibkan usaha penukaran valuta asing atau money changer, yang dilakukan toko kelontong di Karimun. Penertiban usaha penukaran valuta asing itu dilaksanakan BI selaku lembaga pengawas dan pengatur, untuk menjalankan amanat Peraturan Bank Indonesia (PBI) No.18/20/PBI/2016 tentang Kegiatan Usaha Penukaran Valuta Asing Bukan Bank (KUPVA BB). [tar]

Gusti melanjutkan, pihaknya telah menempelkan stiker khusus di toko kelontong tersebut. Stiker itu dilarang dicabut sampai pemilik usaha mengajukan izin usaha KUPVA ke Bank Indonesia.

Dalam kesempatan itu, Gusti mengatakan sebelum penertiban, BI telah melakukan upaya persuasif secara masif melalui himbauan untuk mengajukan Izin ke BI, antara lain melaluli sosialisasi dan mendatangi lokasi usaha. [tar]

Komentar

Embed Widget
x