Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 19 Maret 2019 | 00:36 WIB

Ingin Sukses Pertanian Rawa, Ikuti Saran Prof Dedi

Senin, 31 Desember 2018 | 13:28 WIB

Berita Terkait

Ingin Sukses Pertanian Rawa, Ikuti Saran Prof Dedi
Prof Dedi Nursyamsi

INILAHCOM, Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) gencar menyulap rawa menjadi lahan pertanian. Demi mewujudkan ketahanan pangan yang digagas Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Hanya saja, ide memanfaatkan rawa untuk pertanian, bukan tanpa kendala. Perlu memperhatikan beberapa hal. sesuai pendapat Kepala Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian Kementan, Prof Dedi Nursyamsi

Prof Dedi mengatakan, pengelolaan air yang efektif adalah kunci sukses pertanian di lahan rawa. Tentu saja ditunjang introduksi varietas tanaman yang tepat. "Dengan tata air yang tepat dan introduksi varietas berumur genjah, indeks pertanaman dapat ditingkatkan dari 100 menjadi 200," kata Prof Dedi.

Lahan rawa memang telah ditetapkan Kementan sebagai salah satu solusi untuk memenuhi kebutuhan pangan nasional. Namun berbagai persoalan kemudian muncul termasuk tata airnya yang berbeda ketimbang lahan pertanian reguler.

Prof Dedi menekankan, pentingnya pengelolaan air di samping introduksi teknologi seperti padi Inpara, ameliorasi dengan dolomit, pemupukan berimbang, hingga pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) pada lahan rawa.

"Dengan berbagai upaya itu produktivitas padi juga dapat ditingkatkan dari 2 menjadi 6 ton/hektare. Jika dilakukan dengan benar maka produksi padi dapat meningkat enam kali dalam satu tahun," kata Prof Dedi.

Sebelumnya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan, lahan rawa bisa menjadi solusi pangan nasional. Di mana, lahan rawa bisa ditanami padi, sayuran, dan buah serta menjadi habitat itik dan ikan yang dapat menyejahterakan petani. "Semua itu dapat kita integrasikan," katanya.

Menurut Amran, dari 34,1 juta hektar lahan rawa, terdapat 19,1 juta hektar yang sesuai untuk dijadikan lahan pertanian. Saat ini, luasan rawa yang dimanfaatkan untuk pertanian mencapai 3,68 juta hektar. Atau setara 15% dari total lahan rawa di tanah air. "Potensi lahan rawa untuk pertanian masih dapat dioptimalkan," ujar Amran.

Untuk menoptimalkan rawa menjadi lahan pertanian, Arman menetapkan program Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani (Serasi) sejak 2017. Program ini menyasar enam provinsi, yakni Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, Jambi, Lampung, dan Sulawesi Selatan.

Melalui program tersebut, Amran berharap, rawa yang selama ini tidak optimal, bisa menjadi lahan yang produktif serta memberikan kesejahteraan kepada petani. [tar]

Komentar

x