Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 21 Maret 2019 | 23:51 WIB

BPS: Inflasi 2018 Lebih Oke Ketimbang 2017

Oleh : Indra Hendriana | Rabu, 2 Januari 2019 | 14:45 WIB

Berita Terkait

BPS: Inflasi 2018 Lebih Oke Ketimbang 2017
Kepala BPS, Kecuk Suhariyanto - (Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data inflasi 2018 mencapai 3,13%. masih di bawah inflasi 2017 yang mencapai 3,61%.

Kepala BPS, Kecuk Suhariyanto mengatakan, inflasi 2018 lebih disebabkan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi, serta biaya transportasi dan perumahan.

Sedangkan pada 2017, inflasi dipantik kenaikan tarif listrik, biaya perpanjangan STNK, dan kenaikan harga ikan segar. "Penyebab inflasi 2018 secara umum karena (kenaikan harga) bensin, beras, rokok keretek filter," kata Kecuk sapaan karibnya, Jakarta, Rabu (2/1/2018).

Sedangkan inflasi Desember 2018 mencapai 0,62%, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 135,39. Inflasi ini terjadi di 80 kota, sementara dua kota lainnya mengalami deflasi.

Dia menjelaskan, inflasi tertinggi terjadi di Kupang sebesar 2,09%, dengan IHK sebesar 135,96. Sedangkan inflasi terendah terjadi di Banda Aceh sebesar 0,02%, dengan IHK sebesar 128,20.

Sementara deflasi tertinggi terjadi di Sorong sebesar 0,15%, dengan IHK sebesar 134,89. Deflasi terendah terjadi di Kendari sebesar 0,09%, dengan IHK sebesar 128,48. "Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya seluruh indeks kelompok pengeluaran," ujar dia.

Menurut Kecuk, kenaikan indeks kelompok pengeluaran terjadi di beberapa kelompok. Yakni, kelompok bahan makanan sebesar 1,45%; kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,22%; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,13%.

Kemudian, kelompok sandang sebesar 0,08%; kelompok kesehatan sebesar 0,20%; kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 0,10%; dan kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 1,28%. [ipe]

Komentar

Embed Widget
x