Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 21 Januari 2019 | 22:02 WIB

Mahalnya Tiket Pesawat Bakar Inflasi Desember 2018

Oleh : Indra Hendriana | Rabu, 2 Januari 2019 | 15:00 WIB

Berita Terkait

Mahalnya Tiket Pesawat Bakar Inflasi Desember 2018
(Foto: ilustrasi)

INILAHCOM, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kenaikan tarif angkutan udara sebagai penyumbang inflasi tertinggi di Desember 2018.

Disusul harga telur dan daging ayam ras. "Secara umum inflasi Desember 0,62 persen ini dipengaruhi oleh kenaikan tarif angkutan udara, harga telur ayam ras dan daging ayam ras. Sementara penghambat inflasinya karena harganya turun adalah harga cabai," kata Kepala BPS, Kecuk Suhariyanto di Gedung BPS, Jakarta, Rabu (2/1/2018).

Tingkat inflasi pada Desember 2018, mencapai 0,62%. masih lebih rendah ketimbang Desember 2017 sebesar 0,71%. Di mana, tarif angkutan udara memberikan andil inflasi sebesar 0,19%.

Sedangkan harga telur dan daging ayam ras, masing-masing menyumbang inflasi sebesar 0,09% dan 0,07%. Komoditas lain yang menyawer inflasi adalah bawang merah, beras, tarif kereta api, ikan segar, ikan diawetkan, bayam, tomat sayur, wortel, jeruk, cabai rawit, air kemasan, rokok kretek filter, dan tarif angkutan antar kota. Sementara komoditas yang mengalami penurunan harga, antara lain cabai merah dan bawang putih.

Kata Kecuk, kenaikan tarif angkutan udara memang sudah diduga dan selalu terjadi menjelang libur panjang seperti Awal Puasa Ramadan, Hari Raya Idhul Fitri, Natal dan Tahun Baru.

"Jadi memang kalau Ramadhan, Lebaran, dan akhir tahun, selalu terjadi kenaikan tarif angkutan udara, terutama untuk daerah Indonesia bagian timur yang harga tiketnya melambung. Kedua, tarif kereta api juga naik, tapi kenaikannya landai, tidak setajam tarif angkutan udara," ujar Kecuk.

Pada Desember 2018, lanjutnya, terjadi inflasi sebesar 0,62%. Dari 82 kota, 80 kota mengalami inflasi dan dua kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kupang sebesar 2,09%, terendah di Banda Aceh sebesar 0,02%.

Sementara deflasi tertinggi terjadi di Sorong sebesar 0,15% dan terendah di Kendari sebesar 0,09%. Dengan demikian, tingkat inflasi tahun kalender (JanuariDesember) 2018 dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Desember 2018 terhadap Desember 2017) masing-masing sebesar 3,13%.

Komponen inti pada Desember 2018 mengalami inflasi sebesar 0,17%. Tingkat inflasi komponen inti tahun kalender (Januari-Desember) 2018 dan tingkat inflasi komponen inti tahun ke tahun (Desember 2018 terhadap Desember 2017) masing-masing sebesar 3,07%.[ipe]

Komentar

x