Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 23 Maret 2019 | 16:36 WIB

Rajin Kritik Ekonomi Jokowi, Rizal Panen Bully

Oleh : Iwan Purwantono | Rabu, 2 Januari 2019 | 15:50 WIB

Berita Terkait

Rajin Kritik Ekonomi Jokowi, Rizal Panen Bully
Mantan Menko Kemaritiman yang juga ekonom senior Rizal Ramli - (Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Mantan Menko Kemaritiman yang juga ekonom senior Rizal Ramli mengaku jadi korban bully di media sosial (medsos). Lantaran suka mengkritik tim ekonomi Joko Widodo.

Melalui akun twitter @RamliRizal, dia merasa jengah dengan serbuan bully dari para buzzer yang disebutnya bayaran.

Selanjutnya, Bang RR, sapaan akrabnya, membandingkan ketika SBY berkuasa, banyak kritik dilontarkan mantan Penasehat Ekonomi PBB ini. Rizal getol mengkritik paham neolib bercokol di Kabinet SBY.

"Ketika SBY Presiden, saya sangat kritis terhadap pola kebijakan neoliberal. Dengan Tim Indonesia Bangkit, saya dorong supaya percepat pembayaran utang IMF, bubarkan CGI tsb. Nah, tapi kan akhirnya SBY respons positif, sembari kadang2 sebel. Hari ini auranya semakin otoriter, kritis dikit di-bully pakai buzzers bayaran," tulis Rizal.

Tak hanya era SBY, Rizal ternyata memang doyan mengkritik sejak masih belia. Berbagai kebijakan pemerintah yang tidak pro rakyat selalu menjadi sasarannya.

Semisal ketika Megawati Soekarnoputri menjadi presiden, Rizal rajin melontarkan kritik. Namun respons penguasa tidaklah seperti sekarang. Di mana, Rizal bisa bersahabat dengan Megawati, Taufik Kiemas, serta para politisi di PDI-Perjuangan. "Saya bersahabat dengan Bang TK (Taufik Kiemas), Mba Mega. Tapi saya juga kritis terhadap pemerintah, dan gak masalah. Bahkan Bang TK mengingatkan kepada para kader PDI-P untuk tidak menyerang saya," tulis pendiri ECONIT ini.

Rizal memastikan, bahwa ia telah berjuang untuk masyarakat Indonesia saat ia duduk di bangku kuliah. "Saya ini sudah berjuang untuk rakyat Indonesia sejak kuliah. Cek track records saya di berbagai artikel media di Indonesia. Tapi hari ini yang terjadi sungguh menyedihkan, jika gak sepaham, buzzer-buzzer dibayar untuk membully orang yang mencoba kritis," tambahnya.

Ia berharap, skema politik di Indoensia bisa memberikan pelajaran berharga untuk rakyat Indonesia. Fokusnya adalah persaingan sehat dengan memberikan visi-misi yang tepat bagi rakyat Indonesia agar lebih baik.

"Hari ini sangat menyedihkan, bully, gak sepaham sikat. Yang lucunya lagi bukannya visi-misi yang dibahas malahan sibuk serang menyerang siapa yang gak sepaham. Indonesia mundur sekali kalau begini. Bagaimana kita mau bersaing dengan Internasional, kalau kita masih sibuk urus hal-hal kecil yang sebetulnya gak penting," paparnya.[ipe]

Komentar

Embed Widget
x