Find and Follow Us

Sabtu, 20 April 2019 | 22:27 WIB

Bos BI Optimis Rupiah Bakal Menguat Sepanjang 2019

Rabu, 2 Januari 2019 | 18:30 WIB
Bos BI Optimis Rupiah Bakal Menguat Sepanjang 2019
Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo - (Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap US$ hingga Rabu siang (2/1/2019) dinilau terlalu murah, alias undervalued. Bagaimana dengan besok?

Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo mengakui masih ada peluang bagi penguatan rupiah. Pada Rabu siang, dolar AS dihargai Rp14.465. Angka ini melemah 19 poin dibanding saat pembukaan pagi.

Perry mengatakan, meski masih terlalu murah, ruang penguatan untuk mata uang Garuda cukup terbuka. Terutama karena berkuranganya potensi dana keluar setelah sinyalemen Bank Sentral AS (Federal Reserve/The Fed) akan "memotong" perkiraan frekuensi kenaikan suku bunganya tahun ini.

Di akhir 2018, BI memperkirakan The Fed menaikkan suku bunga dua kali dari perkiraan sebelumnya sebanyak tiga kali.

Selain itu, sebagai otoritas moneter, Perry berjanji akan mengoptimalkan langkah stabilisasi pasar tahun ini dengan berbagai instrumen seperti intervensi yang terukur, barter valas (swap), maupun Domestik- NDF (DNDF).

"Dua faktor lainnya untuk penguatan rupiah adalah kredibilitas kebijakan yang ditempuh oleh BI, maupun pemerintah, dan defisit transaksi berjalan yang lebih rendah," kata Perry.

Di 2019, BI mengklaim optimistis bahwa defisit transaksi berjalan Indonesia akan menurun menjadi 2,5% Produk Domestik Bruto (PDB) dari kisaran tiga persen PDB di 2018.

Sepanjang 2018, ketika tekanan eksternal sedang tinggi menerpa pasar keuangan Indonesia, rupiah terdepresiasi 5,9%. Dengan tingkat volatilitas 8%. [tar]

Komentar

Embed Widget
x