Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 22 Maret 2019 | 00:00 WIB

Tahun Ini, Pertamina Borong Minyak Milik Chevron

Oleh : Indra Hendriana | Kamis, 3 Januari 2019 | 01:09 WIB

Berita Terkait

Tahun Ini, Pertamina Borong Minyak Milik Chevron
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Djoko Siswanto - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - PT Chevron Pasific Indonesia dipastikan akan menjual jatah minyak mentah miliknya kepada PT Pertamina (Persero) dari Blok Rokan.

Dalam hal ini, Pertamina mendapatkan prioritas untuk memborong minyak yang menjadi bagian Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) dari blok migas tersebut.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Djoko Siswanto mengatakan, jatah KKKS minyak mentah Chevron di Blok Rokan sebanyak 90 ribu barel per hari (bph). Semuanya akan dijual ke Pertamina.

Namun, Djoko belum bisa memastikan kapan Chevron akan menjual minyak bagiannya ke Pertamina. Hanya dikatakan dalam waktu dekat. Di mana, perjanjian jual beli dari kedua pabrikan migas itu, sudah diteken. "Secepatnya, 2019. Kan sudah ada kontraknya, liftingnya kan nanti enggak setiap hari," kata Djoko di Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (2/1/2018).

Selain dari Blok Rokan, Djoko mengungkapkan, potensi bagian minyak KKKS yang dapat diserap Pertamina berasal dari Blok Cepu yang dikelola Exxon Mobile Limmited. Volumenya mencapai 30 ribu bph. Namun saat ini belum ada kesepakatan diantara kedua perusahaan migas tersebut. "30 ribu itu belum deal. Tetapi yang lain (bagian negara) 180an lebih 190 (ribu) itu sudah pasti Pertamina, itu yang cepu," kata dia.

Peraturan pembelian minyak jatah kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) oleh PT Pertamina (persero), tertuang dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 42 Tahun 2018. Beleid tersebut mengatur tentang prioritas pemanfaatan minyak bumi untuk pemenuhan kebutuhan dalam negeri.

Dalam peraturan yang diteken Menteri ESDM Ignasius Jonan itu, menyebutkan, Pertamina dan badan usaha pemegang izin usaha pengolahan minyak bumi, wajib mengutamakan pasokan minyak bumi yang berasal dri dalam negeri.

Kemudian, Pertamina dan badan usaha pemegang izin usaha pengelolaan minyak bumi, wajib mencari pasokan minyak bumi yang berasal dari kontrktor dalam negeri, sebelum merencakan impor minyak bumi.

Kontraktor atau produsen minyak bumi juga dikenakan kewajiban, menawarkan minyak bumi bagianya ke Pertamina, hal ini diatur dalam Pasal 3.
Penawaran dilaksanakan Paling lambat tiga bulan, sebelum dimulainya rekomendasi ekspor untuk seluruh volume minyak bumi bagian kontraktor. Ketentuan ini tercantum dalam Pasal 4.

Saat ini, kebutuhan BBM Indonesia mencapai 1,3-1,4 juta barel per hari. Untuk memenuhi kekurangan BBM, Pertamina mengimpor dalam bentuk minyak mentah dan produk. [ipe]

Komentar

x