Find and Follow Us

Senin, 17 Juni 2019 | 22:44 WIB

Tahun Baru, Wortel dan Tomat di Tangsel Naik 2X

Oleh : Indra Hendriana | Jumat, 4 Januari 2019 | 15:45 WIB
Tahun Baru, Wortel dan Tomat di Tangsel Naik 2X
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Tangerang Selatan - Harga wartel di pasar tradisional, Ciledug, Tangerang Selatan naik dua kali lipat. Untuk satu kilogram wortel dibandrol Rp17.000.

"Harga wortel satu sekilonya sekarang Rp17.000 tadinya cuma Rp 80.000 mas," kata Jangkung pedagang sayut di pasar Ciledug, Tangsel, Banten, Jumat (4/1/2018).

Demikian juga untuk harga tomat, lanjut dia, satu kilonya sehatga Rp 13.000. Kata dia, kenaikan harga terjadi sebelum hari raya Natal dan tahun baru 2019. "Sama tomat juga harganya mahal mas. Sekarang Rp 17.000, tadinya cuma Rp 8.000," kata dia.

Sementara bawang merah satu kilo Rp35 ribu dari Rp25 ribu. Bawang putih senilai Rp24.000 dari harga sebelumnya senilai Rp20.000. Kemudian daun bawang Rp 20 ribu dari harga normal Rp17.000. "Sawi harganya Rp 8.000 standar. Dan kentang Rp 12.000, normal," kata dia.

Sebelumnya Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data inflasi sepanjang tahun 2018. Dari data yang dirilis, inflasi bahan makanan naik tajam bila dibanding tahun 2017.

Dimana inflasi bahan makanan pada 2017 sebesar 1,26 persen. Sedangkan pada tahun 2018 sebesar 3,41 persen. "2018 penyebab utamanya bahan makanan 0,68 persen andilnya," kata Kepala BPS Suhariyanto saat jumpa pers di kantornya, Jakarta, Rabu (2/1/2019).

Adapun inflasi sepanjang tahun 2018 sebesar 3,13 persen. Inflasi lebih kecil apabila dibangdingkan tahun 2017 sebesar 3,61 persen.

Sementara inflasi di bulan Desember 2018 sebesar 0,62 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 135,39. Inflasi ini terjadi di 80 kota dan dua kota mengalami deflasi.

Inflasi tertinggi terjadi di Kupang sebesar 2,09 persen dengan IHK sebesar 135,96 dan terendah terjadi di Banda Aceh sebesar 0,02 persen dengan IHK sebesar 128,20. Sementara deflasi tertinggi terjadi di Sorong sebesar 0,15 persen dengan IHK sebesar 134,89 dan terendah terjadi di Kendari sebesar 0,09 persen dengan IHK sebesar 128,48. "Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya seluruh indeks kelompok pengeluaran," ujar dia. [ipe]

Komentar

x