Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 20 Maret 2019 | 09:29 WIB

Emak-emak di Tangsel Keluhkan Harga Cabai

Oleh : Indra Hendriana | Jumat, 4 Januari 2019 | 16:30 WIB

Berita Terkait

Emak-emak di Tangsel Keluhkan Harga Cabai
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Tangerang Selatan - Harga cabai merah kriting di pasar tradisional Ciledung, Tangerang Selatan, masih tinggi. Satu kilogramnya dibandrol Rp28.000 sampai Rp35.000. Wajarlah emak-emak mengeluhkan ini.

"Cabai merah keriting hari ini Rp 35.000, kemarin Rp 20.000. Biasanya Rp 20.000," kata Jangkung pedagang sayur di pasar Ciledug, Jumat (4/1/2018).

Demikian pula cabe rawit, kata dia, harganya masih mahal. Satu kilonya seharga Rp40.000-Rp45.000. Sementara cabai hijau besar per satu kilogram dihargai Rp20.000. Sementara untuk cabai merah besar harganya lebih selagit lagi yakni Rp60.000 per kilogram.

Menurut dia, kenaikan harga ini terjadi menjelang perayaan Natal dan Tahun baru. Meski harga tinggi tapi penjualan tetap stabil. "Harganya naik sebelum natal dan tahun baru 2019. Sampe sekarang belum pada turun," kata dia.

Sebelumnya Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data inflasi sepanjang tahun 2018. Dari data yang dirilis, inflasi bahan makanan naik tajam bila dibanding tahun 2017.

Di mana inflasi bahan makanan pada 2017 sebesar 1,26 persen. Sedangkan pada tahun 2018 sebesar 3,41 persen. "2018 penyebab utamanya bahan makanan 0,68 persen andilnya," kata Kepala BPS Suhariyanto saat jumpa pers di kantornya, Jakarta, Rabu (2/1/2019).

Adapun inflasi sepanjang 2018 sebesar 3,13%. Inflasi lebih kecil apabila dibangdingkan 2017 sebesar 3,61 persen. Sementara inflasi Desember 2018 sebesar 0,62%, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 135,39. Inflasi ini terjadi di 80 kota dan dua kota mengalami deflasi.

Inflasi tertinggi terjadi di Kupang sebesar 2,09%, dengan IHK sebesar 135,96 dan terendah terjadi di Banda Aceh sebesar 0,02%, dengan IHK sebesar 128,20. Sementara deflasi tertinggi terjadi di Sorong sebesar 0,15% dengan IHK sebesar 134,89 dan terendah terjadi di Kendari sebesar 0,09% dengan IHK sebesar 128,48. "Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya seluruh indeks kelompok pengeluaran," ujar dia. [ipe]

Komentar

x