Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 22 Januari 2019 | 02:12 WIB

Jonan: Subsidi Energi 2018 Ditambahi Rp55 Triliun

Oleh : Indra Hendriana | Sabtu, 5 Januari 2019 | 03:09 WIB

Berita Terkait

Jonan: Subsidi Energi 2018 Ditambahi Rp55 Triliun
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan mengamini, subsidi energi di tahun 2018 mengalami kenaikan yang cukup signifikan.

Subsidi energi tahun 2018 mencapai Rp153,5 triliun, atau melonjak 162% dari alokasi APBN 2018 yang hanya Rp94,5 triliun. Subsidi energi dibagi menjadi dua bagian. Yakni subsidi BBM dan LPG; serta subsidi listrik.

Adapun rincian subsidi BBM dan LPG mencapai Rp97 triliun, dari alokasi APBN yang Rp46,9 triliun. Sementara subsidi Listrik Rp56,5 triliun dari alokasi APBN 2018 yang Rp47,7 triliun. "Subsidi energi terdiri dari BBM, LPG dan Listrik, total Rp 153,5 triliun," kata Jonan, di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (4/1/2018).

Jonan mengakui, dibanding 2017 sebesar Rp97,6 triliun, subsidi energi 2018 mengalami kenaikan sebesar Rp55,9 triliun. Tapi, klaim Jonan, kenaikan ini bisa ditambal dari penerimaan negara sektor energi yang juga meningkat. "Memang jumlahnya lebih besar 2018 Rp153,5 triliun ini naiknya besar," ujat Jonan.

Sementara Kepala Badan Pengatur Kegiatan Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Fanshurullah menyebut, kenaikan subsidi energi disebabkan meningkatnya penggunaan premium akibat dimasukanya Jawa, Madura dan Bali ke wilayah penugasan.

Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Djoko Siswanto menambahkan, kenaikan subsidi energi disebabkan dinaikannya subsidi solar dari Rp1.000 per liter menjadi Rp2 ribu per liter, melemahnya rupiah Serta naiknya konsumsi LPG 3kg.

"Subsidi meningkat karena konsumsi LPG 3 kg meningkat. Solar yang tadinya subsidinya Rp1.000 menjadi Rp2 ribu. Subsidinya naik dua kali lipat. Solar kan harganya naik, kurs juga ada," kata dia. [ipe]

Komentar

x