Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 19 Maret 2019 | 00:35 WIB

Dugaan Korupsi Alsintan, Ini Kata Irjen Kementan

Senin, 7 Januari 2019 | 06:09 WIB

Berita Terkait

Dugaan Korupsi Alsintan, Ini Kata Irjen Kementan
Inspektur Jenderal Kementerian Pertanian, Justan Riduan Siahaan - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Inspektur Jenderal Kementerian Pertanian, Justan Riduan Siahaan mengingatkan jajaran kementan tidak main-main dengan anggaran. Apabila nekat harus siap berhadapan dengan hukum dan dipecat.

"Tak akan kami beri ruang untuk oknum yang coba main-main. Bukan saja kami beri peringatan, tetapi dipecat," kata Justan dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (5/1/2019).

Justan mengatakan, penegasan ini menyusul terbitnya enam surat perintah penyidikan (sprindik) dari Penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus), Kejaksaan Agung terkait dugaan penyimpangan pengadaan alat dan mesin pertanian (alsintan) 2015. Di antaranya roda empat, rice transplanter, seeding tray, dan pompa air.

Dalam berbagai kesempatan, Mentan Andi Amran Sulaiman selalu menyampaikan bahwa kementan selalu melakukan upaya dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan yang bersih.

Hasilnya, Kementan bisa meraih penghargaan sebagai Kementerian, Lembaga, dan Organisasi Pemerintah Daerah (KLOP) terbaik kategori Sistem Pengendalian Gratifikasi Terbaik dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 2017 dan 2018.

Pengelolaan administrasi keuangan yang akuntabel juga mengantarkan Kementan mendapat predikat WTP pertama dalam sejarah tahun 2016 dan 2017 secara beruntun. Dengan demikian, penyalahgunaan anggaran dan korupsi dengan sistem pengadaan di LKPP e-katalog tidak mungkin dilakukan. Jadi lelangnya bukan di kementan tapi di Lembaga kebijakan pengadaan barang/jasa pemerintah atau LKPP yang bertanggung langsung kepada Presiden Republik Indonesia.

Justan menambahkan, sesuai audit BPK terkait pengadaan Alsin pertanian pada 2015 tersebut, menunjukkan tidak adanya temuan kerugian negara pada Audit PDTT BPK RI atas Pengelolaan dan Pertanggungjawaban Belanja tahun anggaran 2014, tahun anggaran 2015 dan semester I-2016 pada Ditjen PSP yang dilakukan 2017. [tar]

Komentar

x