Find and Follow Us

Minggu, 25 Agustus 2019 | 01:50 WIB

Perpanjangan Landasan Ngurah Rai, AP I Usulkan Ini

Senin, 7 Januari 2019 | 16:09 WIB
Perpanjangan Landasan Ngurah Rai, AP I Usulkan Ini
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Kuta - PT Angkasa Pura I (AP I/Persero) kebelet memperpanjang landasan pacu Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, menjadi 3.400 meter. Usulannya begini.

Perpanjangan landasan pacu dari sebelumnya 3.000 meter ini, mengakomodasi tingginya permintaan dari maskapai yang ingin menggunakan pesawat berbadan lebih besar.

"Perpanjangan runway (landasan) segera kami kerjakan, tetapi kami harus melakukan studi analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) dulu," kata General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai, Yanus Suprayogi usai menutup Posko Natal dan Tahun Baru di Kuta, Bali, Senin (7/1/2019).

Menurut dia, sembari menunggu proses perencanaan termasuk amdal rampung, pihaknya melakukan sosialisasi intensif dan menyeluruh kepada masyarakat.

Sosialisasi dilakukan khususnya kepada pemangku kepentingan di desa terdekat sekitar bandara yang sudah memberikan "lampu hijau" untuk mereklamasi lahan perairan di sebelah barat bandara.

Dengan perpanjangan 400 meter, landasan pacu bandara Ngurah Rai menjadi 3.400 meter. Dengan begitu, pesawat berbadan besar seperti Boeing 777 dan Airbus A-380, bisa dengan mudah mendarat.

Ia menambahkan, pengurug-an lahan, atau reklamasi meliputi total 107 hektar untuk perpanjangan landasan. Itu sudah termasuk pembangunan apron seluas 35 hektar yang sedang dikerjakan. Dan, apron seluas 8 hektar yang sebelumnya sudah selesai.

Namun demikian, Yanus belum bisa memastikan berapa anggaran yang akan diperlukan. Karena sampai saat ini, angkanya sedang dihitung.

Bandara I Gusti Ngurah Rai mencatat pertumbuhan penumpang 11 persen per tahun selama kurun 2015-2018. Pada 2018, salah satu bandara tersibuk di tanah air itu melayani 23,7 juta penumpang. Atau naik 13% jika dibandingkan 2017 yang mencapai 21 juta orang.

Rata-rata pergerakan penumpang bandara itu mencapai sekitar 65 ribu per hari, atau dua juta orang per bulan.

Dengan data tersebut, pengelola bandara memprediksi jumlah penumpang maksimal yang bisa dilayani mencapai 37 juta orang pada 2026, sehingga pada 2023, Bali sudah harus ada bandara baru yang saat ini sedang direncanakan di Kabupaten Buleleng, Bali.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi didampingi Dirjen Perhubungan Udara dan Gubernur Bali Wayan Koster serta jajaran Pemkab Buleleng, sempat meninjau lokasi rencana pembangunan bandara Bali Utara, Minggu (30/12/2018).

Dirjen Perhubungan Udara, Polana Banguningsih Pramesti menjelaskan bandara Bali Utara rencananya akan dibangun di Kubutambahan, Buleleng seluas sekitar 400 hektar.

Polana mengungkapkan secara umum pembebasan lahan tidak memiliki kendala berarti mengingat tanah merupakan tanah desa.

Selain itu dari sisi lokasi, lanjut dia, juga cukup bagus karena tidak ada kendala seperti sedikit tempat suci Hindu atau pura, sedikit makam, dan tidak banyak masyarakat yang menghuni daerah itu. Begitu juga dari aspek operasi dan teknis, lanjut dia, diyakini tidak menemui kendala. [tar]

Komentar

x