Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 23 Maret 2019 | 16:35 WIB

Akhir Januari, Blok Rokan Resmi Milik Pertamina

Oleh : Indra Hendriana | Senin, 7 Januari 2019 | 16:28 WIB

Berita Terkait

Akhir Januari, Blok Rokan Resmi Milik Pertamina
(Foto: Istimewa)


INILAHCOM, Jakarta - Kalau tak ada aral, penandatangan kontrak kerja sama bagi hasil (gross split) di Blok Rokan dilakukan akhir Januari 2019 ini. Mudah-mudahan tidak meleset.

Hal itu disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignatius Jonan. "Ya ini kan banyak sebagian yang masih cuti. Ya pekan depan dibahas ya. Kalau sudah mulai hari ini, ya dalam dua pekan ke depan sudah bisa ditandatangani," kata Jonan dalam siaran pers di Jakarta, Senin (7/1/2019).

Diketahui, Desember 2018, Pertamina telah membayar bonus tanda tangan sebesar US$ 784 juta, atau setara Rp11,3 triliun. Serta jaminan pelaksanaan sebesar 10% dari total komitmen kerja pasti (KKP) yang mencapai US$500 juta atau setara Rp7,2 triliun.

Dengan dikelolanya Blok Rokan oleh Pertamina mulai 9 Agustus 2021, maka kontribusi produksi minyak BUMN tersebut bakal meroket hingga 60% dari produksi minyak nasional.

Pada 2018, kontribusi produksi minyak Pertamina sekitar 36%. "Nah di 2021 nanti, kami ekspektasi, kontribusi minyak Pertamina bisa meningkat 50%," tambah Jonan.

Blok Rokan merupakan blok minyak terbesar di Indonesia. Saat ini, produksinya mencapai 207.000 barel per hari atau setara dengan 26% produksi nasional.

Blok yang memiliki luas 6.220 kilometer ini memiliki 96 lapangan di mana tiga lapangan berpotensi menghasilkan minyak sangat baik yaitu Duri, Minas dan Bekasap. Tercatat, sejak beroperasi 1971 hingga 31 Desember 2017, total produksi di Blok Rokan mencapai 11,5 miliar barel minyak sejak awal operasi.

Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memutuskan untuk mempercayakan pengelolaan Blok Rokan kepada Pertamina pada 31 Juli 2018. Keputusan ini murni diambil atas dasar pertimbangan bisnis dan ekonomi setelah mengevaluasi pengajuan proposal Pertamina yang dinilai lebih baik dalam mengelola blok tersebut dibandingkan PT Chevron Pacific Indonesia. [ipe]

Komentar

x