Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 21 Januari 2019 | 22:04 WIB

Tunggu Tanggal Mainnya, 6 BUMN Bentuk Tekfin Anyar

Selasa, 8 Januari 2019 | 02:09 WIB

Berita Terkait

Tunggu Tanggal Mainnya, 6 BUMN Bentuk Tekfin Anyar
Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero), Kartika Wirjoatmodjo - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Empat bank pelat merah (BUMN) ditambah dua BUMN bersinergi membentuk perusahaan finansial berbasis teknologi (teknologi finansial/tekfin).

Ladang bisnis yang disasar ke-enam BUMN tersebut adalah bidang sistem pembayaran dengan teknologi kode respon cepat (Quick Response Code/QR Code).

Rencana tersebut dikemukakan Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero), Kartika Wirjoatmodjo di Jakarta, Senin (7/1/2019). Tiko, sapaan akrab bos bank beraset terbesar ini, mengatakan, peresmian perusahaan tekfin itu kemungkinan digelar pada kuartal I-2019.

Adapun kedua BUMN di luar empat Bank BUMN yang akan bekerja sama membentuk perusahaan tekfin itu adalah PT Pertamina (Persero) dan PT Telkom Tbk. Sedangkan empat bank BUMN itu adalah PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI), PT Bank Mandiri Tbk (Mandiri) dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN). "Dari sisi pembayaran ada rencana untuk Himbara, Telkom, Pertamina akan bentuk fintech baru sistem pembayaran basis QR Code," ujar Tiko.

Dia mengatakan, saat ini proses pembentukan perusahaan tekfin baru tersebut masih difinalisasi bersama BUMN lain.

Sejatinya, Bank Mandiri sempat berencana meluncurkan sistem pembayaran QR Code dalam MandiriPay pada awal 2019. Namun, menurut Senior Vice President Perbankan Digital Bank Mandiri, Sunarto Xie, peluncuran sistem QR Code Bank Mandiri memang akan disesuaikan dengan rencana tiga bank BUMN lainnya dalam Himpunan Bank-Bank Negara (Himbara).

Sedangkan untuk rencana di bidang tekfin lain, Mandiri berencana injeksi modal di Mandiri Capital Indonesia, namun Tiko belum merinci nilai tambahan suntikan modal tersebut. Selain itu, untuk lini "Fintech" afiliasi Mandiri lainnya yakni Amartha, Tiko mengatakan ingin meningkatkan penetrasi ke kredit mikro. "Karena di Bank Mandiri, ultra mikro tidak masuk, tapi melalui Amartha bisa, kita melakukan dengan 'chanelling' melalui Amartha," ujar dia.

Saat ini belum ada perbankan yang ekspansif untuk layanan pembayaran QR Code karena masih menunggu peraturan standarisasi dari Bank Indonesia (BI). Namun, terdapat lembaga jasa keuangan pembayaran non bank yang sudah aktif menjajakan layanan QR Code seperti Go-Pay dan juga OVO. [tar]

Komentar

x