Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 21 Maret 2019 | 07:22 WIB

Lifting Mahakam Jeblok, Arcandra Sebut Masih Bagus

Oleh : Indra Hendriana | Selasa, 8 Januari 2019 | 07:09 WIB

Berita Terkait

Lifting Mahakam Jeblok, Arcandra Sebut Masih Bagus
- Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Archandra Tahar - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Archandra Tahar mengatakan, meski realisasi lifting gas Blok Mahakam turun, namun melampaui target yang ditetapkan operator sebelumnya, yaitu Total EP Indonesia.

Adapun lifting Blok Mahaman yang dioperatori PHE Mahakam mencapai 832 mmscfd. Atau 75% dari target APBN 2018 sebesar 1.110 mmscfd. "Sekarang coba lihat data kalau dipegang total berapa dropnya? Masih lebih tinggi dari prediksi penurunan yang diajukan Total," kata Archandra di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (7/1/2018).

Namun, Archandra mengaku tidak ingat data penurunan yang diajukan operator sebelumnya, Total. Hanya saja, kata dia, produksi Pertamina jauh lebih tinggi dibandingkan Total. "Enggak inget saya (datanya) lebih tinggi produksi Pertamina dibanding dengan prediksi total," kata dia.

Ke depan, papar Arcandra yang sempat menjadi Menteri ESDM tersingkat di dunia ini, perlu dilakukan perbaikan kinerja. Ya, agar lifting gas bisa mencapai target. "Segala upaya sedang dilakukan dengan direktur hulu yang baru," kata dia.

Sebelumnya, Kepala SKK Migas Dwi Sucipto menyebutkan, tidak tercapainya realisasi itu dikarenakan pada 2018 Pertamina disibukan dengan masa transisi dari PT Total E&P Indonesia dan Inpex Corporation. Sehingga produksi di blok kaya gas itu, tidak bisa maksimal. "Mahakam kan masa transisi waktu itu. Kan dia (PT Pertamina) baru 2018 baru kelola," kata Dwi di Kementerian ESDM, Senin (7/1/2019).

Mengenai target lifting gas pada 2019 ini, dia belum bisa memastikan. Tapi kata dia, tidak jauh dari 2018 lalu. Hal ini lantaran investasi tahun 2018 tidak terlalu banyak. "2018 kan investasinya tidak banyak. Jadi 2019 belum berdampak," ujar dia.

Tapi, kata dia, pada tahun 2019 investasi akan banyak dilakukan oleh Pertamina di lapangan gas terbesar itu. Salah satunya adalah pengeboran sumur baru.

Kendati begitu, investasi ini belum bisa berdampak pada lifting di tahun 2019. Dampak investasi atau kenaikan produksi akan dirasakan pada 2020. "Jadi 2019 belum berdampak, tapi akan berdampak pada tahun 2020," kata dia.

Diketahui, masa transisi dilakukan pada tahun 2017 dan melakukan investasi. Tapi Pertamina belum menjadi operator blok ini. Dan pada 1 Januari 2018 perusahaan plat merah ini baru menjadi operator. [ipe]


Komentar

x