Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 27 Maret 2019 | 06:41 WIB

Tolak Hutchison

SP-JICT Desak Korupsi Pelindo II Dibongkar

Selasa, 8 Januari 2019 | 08:08 WIB

Berita Terkait

SP-JICT Desak Korupsi Pelindo II Dibongkar
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Serikat Pekerja Jakarta International Container Terminal (SP JICT) dan pekerja pelabuhan Indonesia menggelar aksi lanjutan Gerakan Pengembalian Aset Bangsa JICT, dan Keadilan Bagi Pekerja.

Aksi dilakukan di depan gedung DPR, Jakarta, Senin (7/1/2019). Dalam aksi ini, pekerja membawa payung hitam dan simbol hitung mundur, pertanda matinya keadilan bagi pekerja dan berlarutnya proses hukum kasus perpanjangan kontrak JICT-Koja serta kasus Pelindo II lainnya.

Dalam rilis kepada media, Sekretaris Jenderal SP JICT, M Firmansyah mengatakan, potensi kerugian negara dari korupsi Pelindo II mencapai Rp14,86 triliun. Diantaranya dari perpanjangan JICT-Koja, Global Bond serta proyek pembangunan Kalibaru yang dinyatakan gagal kontruksi.

"Untuk itu SPJICT bersama pekerja pelabuhan menyampaikan beberapa hal. Kami minta DPR temuan dugaan korupsi Pelindo II. Demikian pula aparat penegak hukum dipeti-eskan,' papar Firmansyah.

Selain itu, kata Firmansyah, mengingatkan bahwa kontrak perusahaan asal Hong Kong, Hutchison di pelabuhan petikemas terbesar se-Indonesia, JICT, bakal berakhir pada 27 Maret 2019. Sedangkan kontrak di TPK Koja telah berakhir pada Oktober 2018.

"Audit investigatif BPK menemukan adanya pelanggaran Undang-undang dalam kasus JICT-Koja. Misalnya, tidak ada izin konsesi pemerintah, tanpa tender, tanpa RJPP-RKAP dan tanpa Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Sehingga indikasi kerugian negara minimal Rp 6 triliun. Kita mendesak supaya diungkap sampai ke akar-akarnya," paparnya.

Pihak Hutchison, kata dia, selama ini menikmati keuntungan lumayan besar. Kisarannya Rp4 triliun-Rp5 triliun per tahun dari JICT-Koja. "Jika dikelola mandiri tentu lebih untung. Jadi, kenapa harus diperpanjang kepada asing? Kecuali ada pemburu rente yang ingin jadi komprador," tuturnya. [ipe]

Komentar

x