Find and Follow Us

Selasa, 18 Juni 2019 | 13:13 WIB

Impor Jagung 30.000 Ton, Menunggu Restu Rini

Selasa, 8 Januari 2019 | 17:00 WIB
Impor Jagung 30.000 Ton, Menunggu Restu Rini
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Kementerian Perdagangan menyebut persetujuan impor (PI) jagung sebanyak 30 ribu ton masih menunggu penugasan dari Menteri BUMN Rini Soemarno untuk diproses sesuai Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas).

"PI nya masih diproses. Menunggu penugasan dari Menteri BUMN," kata Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan di Jakarta, Selasa (8/1/2019).

Oke menambahkan, sesuai Rakortas, penugasan akan di berikan kepada Perum Badan Usaha Logistik (Bulog), termasuk dalam menentukan negara asal impor jagung. "Negaranya kita serahkan sepenuhnya ke Bulog sesuai mekanisme yang berlaku," tukas Oke.

Diketahui, Menko Perekonomian Darmin Nasution memastikan tambahan impor jagung sebanyak 30 ribu ton pada pertengahan Februari 2019. Alasannya untuk mengatasi kelangkaan jagung di sejumlah daerah.

Tambahan impor ini bertujuan untuk menekan harga jagung agar tidak melambung tinggi dan impor pun tidak dilakukan menjelang masa panen jagung pada periode April.

Pasokan jagung dapat bermanfaat menambah stok untuk pakan ayam ras yang sempat dikeluhkan para peternak kecil karena terlalu mahal dan distribusinya terbatas.

Dengan pasokan jagung untuk pakan ternak yang mencukupi maka diharapkan juga tercipta kestabilan harga komoditas pangan lainnya yaitu telur ayam ras. [tar]

Komentar

x