Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 20 Maret 2019 | 17:16 WIB

BPH Migas Akui Sempat Panik Saat Gempa di Banten

Oleh : Indra Hendriana | Selasa, 8 Januari 2019 | 18:09 WIB

Berita Terkait

BPH Migas Akui Sempat Panik Saat Gempa di Banten
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mengamini, bencana tsunami di Banten dan Lampung membuat posko cukup kelabakan dalam pasokan BBM, LPG dan Listrik.

Demikian disampaikan anggota Komite BPH Migas, Henry Ahmad pada saat menyampaikan kinerja posko nasional ESDM dalam Hari Raya Natal 2018 dan Tahun Baru 2019.

"Tahun ini sedikit terjadi dinamika karena ada musibah gempa tsunami. Kemarin kita cukup kelabakan juga untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan BBM elpiji dan listrik," kata Henry dalam konferensi pers di kantor BPH Migas, Jakarta, Selasa (8/1/2018).

Meski sempat kelabakan, tapi tekan dia,
secara umum penyaluran BBM dan Elpiji di Indonesia berjalan lancar. Tidak terjadi kelangkaan pasokan migas secara signifikan. "Hanya keterlambatan khususnya terkait pengiriman premium," kata dia.

Menurut dia, keluhan yang dilontarkan masyarakat hanya karena keterlambatan pengiriman BBM jenis Premium ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). "Tetapi premium itu ada tiap hari," kata dia.

Hal itu, karena stok BBM jenis premium pada waktu itu bisa memenuhi kebutuhan selama 21 hari kedepan. "Selama posko BBM Premium memiliki coverage day 21 hari, pertalite 22 hari, solar 24 hari, minyak tanah 79 hari," kata dia.

Sedangkan Pertamax Turbo, kata dia, bisa memenuhi kebutuhan 77 hari; Pertamax 26 hari, Pertamina Dex 29 hari, Dexlite 27 hari, dan Avtur 30 hari. "Melihat angka ini ketahanan kita cukup bagus diatas rata-rata 21 hari. Yang 21 hari hany premium," kata dia. [hid]

Komentar

x