Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 21 Maret 2019 | 23:47 WIB

KESDM akan Paksa Freeport Bangun Smelter di JIPE?

Oleh : Indra Hendriana | Rabu, 9 Januari 2019 | 15:40 WIB

Berita Terkait

KESDM akan Paksa Freeport Bangun Smelter di JIPE?
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Kementerian Energi dan Sumner Daya Mineral (ESDM), dalam waktu dekat ini akan memutuskan tempat pembangunan smelter oleh PT Freeport Indonesia (PTFI). Sebab, pembangunan smelter itu tidak bisa ditunda-tunda lagi.
"Dalam waktu dekat akan putuskan, engga bisa lama lama lagi," kata Dirjen Minerba Kementerian ESDM, Bambang Gatot saat jumpa pers di kantornya, Jakarta Selatan, Rabu (9/1/2019).
Namun pihaknya belum bisa memastikan pembangunan smelter PT Freeport Indonesia tetap bekerjasama dengan PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) di Sumbawa atau di Gresik. Namun pihaknya lebih cenderung pembangunan dilakukan di Gresik."Saat ini lebih cenderung ke Gresik. Kawasan JIPE," kata dia.
Namun, dia tidak memungkiri progres di Gresik masih belum bisa dibangun. Untuk itu, tidak menutup kemungkinan smelter dibangun ditempat lain."(Di Gresik) Progressnya masih on track, sesuai dengan sebelumnya belum bisa lakukan fisik, baru rekayasa desain, kalau sudah nemukan tempat lebih cepat lagi," kata dia.
Sementara PT Freeport Indonesia sudah mengakui belum memastikan kelanjutan kerjasama pembangunan smelter dengan PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT). Juru bicara Freeport Indonesia, Riza Pratama mengatakan kerjasama pembangunan smelter dengan Amman masih dibahas.
Namun dia belum bisa memastikan kapan pembahasan itu rampung. Dia pun tidak membeberkan apa saja yang dibahas tersebut. "Masih dibahas internal," kata Riza di Jakarta beberapa waktu lalu.
Freeport melakukan pembahasan internal seiring dengan kepastian operasi tambang Grasberg hingga 2041. Keberlanjutan operasi tersebut menjadi faktor utama pembangunan smelter dan kerjasama pembangunan smelter.
Pasalnya Freeport sudah membangun smelter di Gresik, Jawa Timur sejak 2014 silam. Namun hingga kini proyek tersebut belum masuk tahap konstruksi. Hal itu dikarenakan Freeport menginginkan kepastian operasi pasca berakhirnya Kontrak Karya (KK) di 2021.
Kini KK tersebut sudah beralih menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) Operasi Produksi dengan masa berlaku hingga 2041. Peralihan itu setelah Freeport dan pemerintah melakukan negoisasi sejak 2017 kemarin. Dalam negoisasi itu disepakati pembangunan smelter paling lambat 5 tahun sejak diterbitkannya IUPK alias pada 2023.
Ketika negoisasi dengan pemerintah berlangsung, Freeport meneken nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) dengan Amman pada Agustus 2017. MoU itu tentang penjajakan kerjasama membangun smelter bersama. Pasca penandatanganan itu, Freeport dan Amman melakukan studi maupun kajian teknis bersama. [hid]

Komentar

x