Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 22 Januari 2019 | 02:01 WIB

Pertagas Pasok Gas untuk Bus Trans Semarang

Oleh : Indra Hendriana | Rabu, 9 Januari 2019 | 17:40 WIB

Berita Terkait

Pertagas Pasok Gas untuk Bus Trans Semarang
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Semarang - PT Pertagas Niaga (PTGN), anak usaha PT Pertamina (Persero) di bisnis niaga gas alam, mulai mensuplai Compressed Natural Gas (CNG) Envogas untuk bahan bakar bus Trans Semarang, Rabu (9/1/2019).

Pemanfaatan CNG tersebut bersamaan dilakukan dalam acara Grand Launching BRT (Bus Rapid Transit) Trans Semarang berbahan bakar gas di hotel Patra Jasa Semarang, Jawa Tengah.

Acaranya dihadiri Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrasuktur Migas Kementerian ESDM, Alimuddin Baso; Plt Bina Pembangunan Kemendagri, Eduard Sigalingging; Asisten Deputi Kerja Sama Ekonomi Multilateral dan Pembiayaan Kemenko Perekonomian, Rizal Edwin Manansan; Gubernur Jawa tengah, Ganjar Pranowo; Wali Kota Toyama, MR. Masashi Mori; Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi; VP Strategic Planning & Development PT Pertamina (Persero), Edwin Irwanto; VP Commercial Java PT Pertagas Niaga; Kusdi Widodo; dan President of Hokusan, Co, Ltd, Yamaguchi Masahiro.

Pemanfaatan CNG Envogas oleh PTGN dilakukan guna mendukung konversi energi BBM ke BBG. Diharapkan bisa mendukung pemanfaatan energi bersih yang ramah lingkungan, lebih efisien dan hemat.

"Pada tahap awal Suplai CNG Envogas diperoleh dari mobile refuelling unit (MRU) dan selanjutnya akan disuplai oleh 3 SPBG yang telah tersedia di kota Semarang yang dibangun Pertamina melalui dana APBN. Dengan 72 armada bus Trans Semarang koridor 1, 5, 6 dan 7 diharapkan selain bisa meningkatkan kualitas transportasi juga menyumbang lingkungan yang lebih bersih bagi warga Semarang dan sekitarnya. Selain itu, hal tersebut juga mendukung program pemerintah terkait diversifikasi BBM ke bahan bakar gas," tutur Kusdi.

MRU adalah solusi untuk pemanfaatan gas bagi kebutuhan industri dan transportasi dengan cara cepat, MRU didesain khususnya untuk memenuhi kebutuhan gas bagi wilayah yang belum tersambung jaringan pipa gas. "Artinya di manapun saat ini suplai CNG mendukung ketahanan energi yang dibutuhkan bagi industri maupun transportasi," tutup Kusdi. [ipe]

Komentar

x