Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 23 Maret 2019 | 16:36 WIB

Freeport Dikuasai Nasional, Produksi Malah Turun

Oleh : Indra Hendriana | Rabu, 9 Januari 2019 | 18:50 WIB

Berita Terkait

Freeport Dikuasai Nasional, Produksi Malah Turun
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Indonesia resmi menggenggam 51,2% saham PT Freeport Indonesia melalui PT Inalum (Persero). Namun, produksi konsentrat tembaga tahun ini mengalami penurunan akibat penutupan tambang terbuka (open pit).

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Bambang Gatot mengatakan, hal itu tentu akan mempengaruhi pendapatan PT Freeport yang menurun. Namun, Bambang menolak merincikan berapa penurunannya.

"Saya nggak mau menyebutkan angka yang jelas (pendapatan) itu turun dari 2018. Jadi EBIDA dan revenuenya turun," kata Bambang, di Kantor Direktorat Jenderal Minerba, Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (9/1/2018).

Kata Bambang, penurunan produksi tidak serta-merta disebabkan penghentian kegiatan pertambangan. Tetapi juga dari faktor peralihan penambangan ke bawah tanah. Saat ini kegiatan penambangan bawah tanah sudah dimulai namun belum optimal.

"Nggak berhenti operasi tapi continues. Yang sekarang bawah tanah sudah beroperasi karena cadangan dibawah tanah kelanjutan mineraisasi yang di atas tadi," kata dia.

Menurut Bambang, produksi mineral tembaga Freeport Indonesia akan kembali naik hingga 2025 akan mengalami puncak produksi. Namun dia belum bisa menyebutkan kenaikan produksinya. "Bukan karena tambangnya berhenti bukan masalah cadangan kadar karena proses yang belum dimulai, tapi2020 dia naik lagi 2021 terus naik sampai 2025 dia stabil," ujar dia.

Komentar

x