Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 22 Januari 2019 | 02:19 WIB

Ini Capaian Bea Cukai pada 2018 di Berbagai Daerah

Rabu, 9 Januari 2019 | 19:18 WIB

Berita Terkait

Ini Capaian Bea Cukai pada 2018 di Berbagai Daerah
(Foto: BeaCukai/dok)

INILAHCOM, Jakarta - Bea Cukai berhasil melampaui target penerimaan yang ditetapkan dalam APBN di 2018. Pencapaian tersebut merupakan buah kerja keras dari seluruh jajaran Bea Cukai di berbagai wilayah di Indonesia. Tercatat, Bea Cukai dapat mencapai 105,9% dari target penerimaan Rp194,1 triliun di 2018.

Direktur Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga Bea Cukai, Syarif Hidayat menerangkan beberapa capaian penerimaan dan pencapaian lainnya dari beberapa kantor Bea Cukai di tahun 2018. Beberapa kantor tersebut di antaranya Bea Cukai Parepare, Bea Cukai Kalimantan Bagian Selatan, Bogor, Pekanbaru, Tanjung Perak, Kudus, dan Batam.

"Dari data yang kami peroleh, Bea Cukai Parepare berhasil mengumpulkan penerimaan Rp39.713.866.000 dari target yang ditetapkan Rp25.476.547.000. Tidak hanya melampaui target penerimaan, kontribusi bagi negeri juga diberikan melalui pengawasan yang ketat. Bea Cukai Parepare telah melakukan pemusnahan atas 3.317 juta batang rokok ilegal senilai Rp1.885 miliar. Rokok ilegal tersebut diperkirakan telah merugikan negara hingga Rp1.030 miliar," ujar Syarif, Rabu (9/1/2019).

Sejalan dengan capaian Bea Cukai Parepare, Bea Cukai Kalimantan Bagian Selatan juga berhasil melampaui target penerimaan pada 2018. Dari target yang dibebankan Rp127 miliar, berhasil direalisasikan Rp158 miliar. Atau sebesar 124,2% melebihi target.

"Bea Cukai Kalimantan Bagian Selatan juga melakukan kegiatan kerjasama atau joint operation dengan Kanwil Pajak Kalimantan Selatan dan Tengah. Dari kegiatan tersebut, mampu menambah penerimaan negara sebesar Rp518 miliar. Hasil itu melebihi target di awal tahun yang sebesar Rp460 miliar. Ke depan, kerjasama seperti ini akan dilanjutkan lagi dengan mengintensifkan pada kegiatan yang berpotensi untuk menambah penerimaan negara baik dari sektor pajak maupun bea cukai," ungkap Syarif.

Bea Cukai Bogor juga berhasil menorehkan capaian memuaskan. Capaian Bea Masuk dan Cukai menyentuh 106,30 % yaitu tercapai Rp211,55 miliar dari target Rp199,01 Miliar. "Sepanjang 2018 Bea Cukai Bogor berhasil melakukan 36 penindakan di bidang kepabeanan dengan nilai barang sebesar Rp12.206.992.293 dan potensi kerugian negara yang terselamatkan senilai Rp10.513.142.728," ujar Syarif.

Bea Cukai Pekanbaru, Tanjung Perak, dan Tanjung Emas juga berhasil menorehkan capaian serupa. "Bea Cukai Pekanbaru berhasil mencapai target penerimaan Rp154.266.613.000 atau 123,11% dari target Rp125.304.104.000. Bea Cukai Tanjung Perak berhasil mengumpulkan penerimaan Rp3.689.036.272.254, atau tercapai 111% dari target Rp3.314.415.006.000 dan Bea Cukai Tanjung Emas berhasil mencapai penerimaan Rp2,13 triliun atau 102,17% dari target yang ditetapkan Rp2,08 triliun," ungkap Syarif.

Tidak ketinggalan, Bea Cukai Kudus dan Bea Cukai Batam berhasil mengumpulkan penerimaan yang melebihi target. Selama 2018, penerimaan yang berhasil diperoleh Bea Cukai Kudus mencapai Rp31.340.708.642.119 atau 100,27% dari target Rp31.256.141.820.000. Sementara Bea Cukai Batam berhasil mengumpulkan penerimaan sebesar Rp168,26 miliar atau 118,43% dari target Rp142,07 miliar.

Seluruh capaian penerimaan tersebut merupakan buah kerja keras dari jajaran Bea Cukai yang telah mengerahkan upaya ekstra di tahun 2018 dalam memenuhi target penerimaan. "Ke depannya Bea Cukai akan terus meningkatkan upaya dan menciptakan berbagai langkah strategis untuk dapat mencapai penerimaan sesuai dengan target dalam APBN sebagai bukti sumbangsih kepada negara untuk dapat digunakan dalam pembangunan yang berkelanjutan," jelas Syarif. [*]

Komentar

x