Find and Follow Us

Rabu, 17 Juli 2019 | 16:26 WIB

Budi dan Emil Datang, Progres Patimban Hanya 13%

Kamis, 10 Januari 2019 | 03:09 WIB
Budi dan Emil Datang, Progres Patimban Hanya 13%
Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Subang - Progres pembangunan Plabuhan Patimban tahap I, yaitu terminal peti kemas, baru 13%. Luas terminal yang ditargetkan rampung Desember 2019 ini, yaitu 420 meter x 300 meter (13 hektar), dari luas total terminal 4.320 meter.

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi dan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, bersama chief de Mission Embassy of Japan, Ono Keiji, meninjau langsung proyek Patimban guna memastikan pembangunannya berjalan sesuai jadwal.

"Hari ini kita ingin memastikan bahwa proyek Patimban sudah dimulai karena ini sangat strategis dan kami akan laporkan ke Presiden. Sejauh ini tidak ada kendala dan sesuai schedule," kata Budi di Dermaga Agung Patimban, Jawa Barat, Rabu (09/01/19).

Budi menuturkan, rencananya Pelabuhan Patimban berkapasitas 7,5 juta Teus, menyamai Pelabuhan Tanjung Priok. Bila Patimban rampung pada 2027, maka 50% aktivitas Pelabuhan Tanjung Priuk bisa diambil alih. "Rencananya kapasitasnya 7 juta Teus sama besarnya dengan Tanjung Priok," ujarnya.

Budi optimistis, keberadaan Pelabuhan Patimban, berdampak kepada pertumbuhan ekonomi baru serta mampu menekan harga logistik. "Kami yakin ini akan memberi pertumbuhan ekonomi baru dan yang paling penting adalah menakan harga logistik yang terus kita efisiensikan," tuturnya.

Untuk akses jalan sendiri dalam waktu dekat akan dibangun akses menuju jalan arteri dan Tol Cipali. "Dalam jangka pendek ada jalan akses ke arteri dan tol," ucap Budi. Untuk itu pihaknya mengapresiasi Pemprov Jabar dan Pemkab Subang yang telah membantu dalam pembebasan lahan. "Terimakasih kepada Pemprov Jabar dan Subang atas dukungannya yang luar biasa," ucap Budi.

Gubernur Jabar, Ridwan Kamil mengungkapkan, saat ini, terdapat 32 Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dibangun di Jabar. Salah satunya, ya Pelabuhan Patimban. Ini mengindikasikan Jabar sebagai provinsi strategis di Indonesia.

"Artinya perhatian pusat ke Jabar luar biasa salah satunya Patimban dan mengindikasikan Jabar provinsi strategis di Indonesia. Pertumbuhan ekonomi kita stabil 5,3% diatas rata-rata nasional," ungkapnya.

Emil, sapaan Gubernur, berharap, masyarakat khususnya Subang terus mendukung pembangunan ini, sebab kedepan kawasan utara Jabar akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang canggih dan futuristik.

"Kawasan paling canggih dan futuristik di masa depan adalah di kawasan ini, bukan di Bandung karena sudah saya hitung dengan hadirnya BIJB, Pelabuhan Cirebon dan Patimban adalah segitiga emas, ekonomi akan berkembang. Oleh karena itu saya imbau tokoh masyarakat mari dukung karena akan bermanfaat suatu saat untuk anak cucu kita," ungkap Emil.

Untuk kelancaran dirinya pun akan memantau secara berkala proyek Patimban yang dibangun oleh investor dari Jepang ini. "Saya harap ini lancar, Kalau orang Jepang itu sangat teliti dan saya percaya. Setiap beberapa waktu saya akan rutin meninjau tidak harus di seremoni nanti saya akan koordinasi dengan Bupati," tuturnya.

"Kalau sudah jadi ini akan jadi yang tercanggih di dunia sehingga menjadi kebanggan Subang, Jabar dan Indonesia," tambah Emil.

Sementara itu, Chief de Mission Embassy of Japan Ono Keiji, mewakili pihak investor mengatakan, Patimban merupakan proyek simbolis yang sudah disepakati antara Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe.

Kerja sama ini menandai hubungan persahabatan yang telah terjaling 60 tahun. "Kami berharap dapat berkontribusi besar dalam perbaikan iklim investasi dan ekspor. Kami berharap juga dapat berkontribusi bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia lebih lanjut," kata Ono. [ipe]

Komentar

x