Find and Follow Us

Sabtu, 20 April 2019 | 22:49 WIB

Sempat Murkai Beras Impor, Buwas Oke Jagung Impor

Jumat, 11 Januari 2019 | 08:09 WIB
Sempat Murkai Beras Impor, Buwas Oke Jagung Impor
Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Ini soal jagung impor, Perum Bulog mengklaim telah mendistribusikan sebanyak 73 ribu ton. Sasarannya kepada peternak yang memang memerlukan.

Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso mengatakan, pekan ini akan didistribusikan jagung impor sebanyak 27 ribu ton. Sejauh ini, Buwas, sapaan akrab Budi Waseso, mengklaim tidak pernah menyimpan jagung impor berlama-lama. Setelah tahapan karantina, jagung langsung disalurkan ke peternak. "Kalaupun mampir ke gudang kita, karena belum diambil saja," kata Buwas, Jakarta, Kamis (10/1/2019).

Distribusi jagung yang cepat, menurut Buwas, perlu dilakukan karena urgensi kebutuhan bagi pakan. Hal ini juga untuk menjaga para petani jagung agar tidak mengalami kerugian karena harga yang turun. Jagung impor Bulog tersebut dijual dengan harga Rp 4.500 per kilogram (kg) sesuai dengan Peraturan Menteri Perdagangan.

Dalam kesempatan tersebut ia menegaskan keputusan impor 100 ribu ton jagung sesuai dengan data kebutuhan lantaran tingginya permintaan kebutuhan jagung di Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat hingga Sulawesi. Pendataan penerima juga dengan cepat dilakukan untuk memudahkan pendistribusian jagung. Melihat masih tingginya kebutuhan, pada tahun ini pemerintah kembali melakukan impor tambahan sebanyak 30 ribu ton jagung.

Meski belum menerima Surat Persetujuan Impor (SPI) dari Kementerian Perdagangan, Buwas mengatakan, pendataan penerima 30 ribu ton jagung impor, tetap dilakukan. Potensi impor tambahan pun tidak tertutup jika kebutuhan masih sangat tinggi. "Ya nggak apa-apa akan diajukan lagi penugasan (impor)," kata dia. [tar]

Komentar

x