Find and Follow Us

Rabu, 17 Juli 2019 | 16:27 WIB

Klimaks Daya Beli Loyo, Jangan Buat Aturan Gaduh

Oleh : M Fadil Djailani | Sabtu, 12 Januari 2019 | 17:00 WIB
Klimaks Daya Beli Loyo, Jangan Buat Aturan Gaduh
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Rendahnya daya membuat PT Hero Supermarket Tbk tak punya pilihan selain menutup 26 gerai di Jawa dan Sumatera. Dan, merumahkan 532 karyawan sepanjang 2018.

Pihak Hero mengatakan, terus memburuknya kinerja perusahaan sejak kuartal III 2018, merupakan klimaks dari daya beli masyarakat yang semakin menurun. Menanggapi hal ini pengamat ekonomi dari Institute for Development on Economics and Finance (Indef), Bhima Yudhistira Adhinegara, mengingatkan pemerintah bahwa tutupnya sejumlah toko ritel merupakan imbas dari kebijakan pemerintah yang tak konsisten, apalagi menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2019.

"Jangan buat kegaduhan melalui kebijakan jelang pemilu yang engga pasti misalnya paket ke 16 ditarik ulur," kata Bhima kepada INILAHCOM, Sabtu (12/1/2019).

Dia menyebutkan, daya beli masyarakat Indonesia mangalami pelemahan. Hal itu terkonfirmasi dengan banyaknya perusahaan ritel yang menutup toko. Maka dari itu Bhima bilang pemerintah jangan membuat kebijakan yang makin memperparah kondisi daya beli.

"Kalau perlu turunkan tarif PPH badan dari 25% bertahap ke 22%. Selama ini, tax holiday hanya dinikmati investor yang mau masuk ke Indonesia. Terakhir. dorong efektivitas belanja pemerintah. Semisal, proyek infrastruktur harus melibatkan banyak kontraktor kecil di daerah," ucapnya. [ipe]


Komentar

x