Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 19 Februari 2019 | 23:09 WIB

Bos OJK Sebut Tren Stabilitas Jasa Keuangan 2019

Oleh : M Fadil Djailani | Sabtu, 12 Januari 2019 | 17:30 WIB

Berita Terkait

Bos OJK Sebut Tren Stabilitas Jasa Keuangan 2019
Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso - (Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengklaim stabilitas jasa keuangan selama 2018 sudah oke. Diprediksi, tren positif kinerja sektor keuangan akan berlanjut di tahun ini.

"Sepanjang 2018, kondisi perekonomian nasional terpantau sehat dan stabil, tercermin dari ekonomi nasional yang bertumbuh 5,15% dan inflasi terkendali di level 3,13%," kata Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso di Jakarta, Jumat malam (11/1/2019).

Kata Wimboh, sektor jasa keuangan juga tercatat stabil dan sehat, sehingga menjadi modal penting bagi industri jasa keuangan untuk dapat bertumbuh lebih baik dan meningkatkan peran sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi.

Wimboh menyebutkkan, OJK memahami bahwa tantangan pada 2019, tidak lebih mudah ketimbang 2018. Untuk itu, OJK akan berusaha memfasilitasi dan memberikan kemudahan dalam mendukung sektor-sektor prioritas pemerintah.

Wimboh menjelaskan, pada 2018 OJK mencatat intermediasi sektor keuangan dapat terjaga dengan baik, seperti pada angka pertumbuhan kredit perbankan yang terus melanjutkan tren peningkatan sebesar 12,9% atau bertumbuh dibandingkan 2017 yang sebesar 8,24%.

Demikian juga kinerja intermediasi lembaga pembiayaan, yang diperkirakan bertumbuh di sekitar 6%. Akselerasi kredit dan pembiayaan diikuti dengan profil risiko kredit yang terjaga. Rasio gross NPL perbankan dalam tren menurun 2,37% (net 1,14%). Sedangkan rasio NPF sebesar 2,83% (net 0,79%).

"Likuiditas perbankan juga cukup memadai meskipun Rasio Kredit terhadap Simpanan (Loan to Deposit Ratio) meningkat menjadi 92,6 persen. Tidak perlu khawatir," ucap Wimboh.

Dia mengungkapkan, excess reserve perbankan tercatat sebesar Rp529 triliun, sedangkan, Rasio Alat Likuid terhadap Non-Core Deposit dan Liquidity-Coverage Ratio (LCR) masing-masing sebesar 102,5% dan 184,3%. Atau jauh di atas threshold masing-masing 50% dan 100%. [ipe]


Komentar

Embed Widget
x