Find and Follow Us

Senin, 17 Juni 2019 | 22:46 WIB

Hadiri Silatnas GoJek, Jokowi Puji Kesejahteraan

Minggu, 13 Januari 2019 | 10:00 WIB
Hadiri Silatnas GoJek, Jokowi Puji Kesejahteraan
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Di depan ribuan ojek online (ojol), Presiden Joko Widodo menyampaikan rasa bangga dan apresiasi. Bahwa profesi ojol memberikan tantangan serta kesejahteraan.

Kekaguman tersebut disampaikan Jokowi saat Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat menghadiri Silaturahmi Nasional (Silatnas) Presiden Jokowi dengan Keluarga Besar Pengemudi Transportasi Online di JI Expo Kemayoran, Jakarta, Sabtu (12/01/2019).

"Saya bangga karena di mata saya bapak ibu adalah orang-orang yang berani menembus batas, berani keluar dari zona nyaman, berani keluar dari tradisi dan jadi pelopor pekerjaan baru, model pekerjaan masa depan yaitu transportasi online," ucap Jokowi dalam acara Silaturahmi Nasional (Silatnas) Presiden Jokowi dengan Keluarga Besar Pengemudi Transportasi Online di JI Expo Kemayoran, Jakarta, Sabtu (12/01/2019).

Sebanyak 7 ribu orang diperkirakan hadir dalam acara tersebut. Dalam kesempatan ini, Jokowi menyempatkan diri membangun dialog dengan driver Go-Jek, Kurniati. Pertanyaannya seputar jam kerja sampai penghasilan bulanan.

Jokowi menyebut, ojol merupakan pekerjaan yang mulia, karena penghasilannya mampu menyejahterakan keluarga. "Ini adalah pekerjaan yang mulia, yang memberikan pendapatan, kita pakai untuk menyejahterakan anak dan istri," ucap mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

Saat berbincang dengan Mulyono, driver senior GoJek yang menjadi pemilik nomor terdaftar 001 alias pendaftar pertama, Jokowi merincikan penghasilan di kisaran Rp200 ribu sampai Rp300 ribu per hari.

"Tadi saya tanya bapak Mulyono dari GoJek, saya tanya, sehari income (pendapatan) berapa? Kadang-kadang Rp300 ribu, kadang-kadang Rp200 ribu. Tapi rata-rata Rp200 ribu per hari. Dikalikan 30 berarti Rp6 juta," kata Jokowi.

Setelah dikurangi biaya operasional sekitar Rp50 ribu per hari dan jam kerja, penghasilan bersih menjadi Rp4,5 juta. "Kan ada biaya operasional. Ya operasionalnya berapa? Kira-kira Rp 50 ribu (sehari). Kalau dikali 30 hari masih Rp 4,5 juta. Ok masih Rp4 jutaan, masih besar," kata Jokowi.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi yang tiurut hadir dalam acara, menyatakan, telah mendapat perintah dari presiden untuk segera menyelesaikan payung hukum atas profesi dan layanan jasa tersebut.

Budi mengatakan, kemenhub berencana mencantumkan aspek keselataman bagi penumpang dan pengemudi yang tertuang di regulasi ojol yang akan disahkan dalam beberapa bulan ke depan.

Chief Public Policy and Government Relations GoJek Indonesia, Shinto Nugroho, mengatakan, pihaknya menjalin diskusi dan komunikasi dengan Kemenhub serta perwakilan mitra pengemudi dalam hal penyusunan regulasi dimaksud.

"Diskusi ini telah dilakukan selama satu kali dengan Kemenhub dan akan ada pertemuan selanjutnya untuk mendiskusikan aturan ojek online. Prosesnya on going (berjalan)," ucapnya.

Shinto meyakini peraturan tersebut akan mempertimbangkan berbagai aspek di antaranya aspek keselamatan konsumen dan mitra driver serta ekosistem perekonomian digital yang kian tumbuh dari tahun ke tahun. Di GoJek, sekitar 80% transaksi sudah menggunakan aplikasi GoPay.

"Ekosistem GoJek saat ini, sudah besar karena kami bermitra dengan sejuta mitra, UMKM, dan 300 ribu penjual makanan yang tergabung dengan mitra GoFood," terangnya. [tar]

Komentar

x