Find and Follow Us

Sabtu, 20 April 2019 | 22:13 WIB

Tarif Tiket, Naik Cepat Turun Merayap

Oleh : M Fadil Djailani | Senin, 14 Januari 2019 | 11:53 WIB
Tarif Tiket, Naik Cepat Turun Merayap
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Para konsumen yang biasa menggunakan jasa transportasi udara atau pesawat terbang baru-baru ini dikejutkan dengan harga tarif tiket pesawat yang begitu mahal. Padahal saat peak seasons telah berakhir.

Semisal untuk rute Banda Aceh - Jakarta, Garuda Indonesia mengenakan tarif tiket sebesar Rp3,2 juta untuk sekali jalan, sementara Batik Air menjual tiketnya Rp2,8 juta.

Menanggapi mahalnya tarif tiket pesawat ini, Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi mengatakan para maskapai dalam negeri terlalu signifikan untuk menaikkan harga tiketnya.

"Jangan terlalu signifikan besarannya sehingga masyarakat tidak kaget seperti sekarang," kata Tulus kepada INILAHCOM, di Jakarta Senin (14/1/2019).

Menurut dia, jika maskapai mau menaikkan harga jual tiket, seharusnya secara bertahap. "Jika mau menaikkan tarif, idealnya maskapai menaikkan tarif secara bertahap," katanya.

Tulus mengungkapkan saat ini konsumen penerbangan dihadapkan dua persoalan, pertama soal tarif tiket yang mahal dan yang kedua soal biaya bagasi berbayar. Bahkan lanjut dia, untuk beberapa rute penerbangan, biaya bagasi bisa menjadi lebih mahal dari pada harga tiket pesawat.

Dia pun meminta Kementerian Perhubungan untuk mengatur besaran bagasi berbayar agar tarifnya tidak melampaui batas maksimum tarif pesawat dengan kategori layanan medium.

Dia juga mendorong pemerintah untuk memberikan insentif kepada industri penerbangan nasional agar harga tiket pesawat tetap terjangkau konsumen. Harga tiket pesawat yang terjangkau penting untuk mendukung ekonomi, terutama industri pariwisata.

Sebelumnya, maskapai penerbangan nasional yang tergabung dalam Asosiasi Perusahaan Penerbangan Indonesia (Inaca), sepakat menurunkan tarif tiket penerbangan sejak Jumat (11/1/2019). Tapi untuk rute tertentu saja.

Dalam rilis kepada media di Jakarta, Minggu (13/1/2019), Ketua Umum Inaca, Ari Askhara mengatakan rute-rute yang mengalami penurunan tarif adalah Jakarta-Denpasar, Jakarta-Jogja, Jakarta-Surabaya, Bandung-Denpasar dan akan dilanjutkan dengan rute penerbangan domestik lainnya.

Ari yang juga Dirut PT Garuda Indonesia (Persero) itu, mengatakan keputusan ini merespons keprihatinan masyarakat atas tingginya harga tiket. Serta adanya komitmen positif atas penurunan biaya kebandaraan dan navigasi dari para pemangku kepentingan, seperti PT Angkasa Pura I (Persero), PT Angkasa Pura II (Persero), AirNav dan PT Pertamina (Persero).

"Di tengah kesulitan para maskapai kami tetap paham dan mengerti akan kebutuhan masyarakat dan kami memastikan komitmen memperkuat akses masyarakat terhadap layanan penerbangan nasional serta keberlangsungan industri penerbangan nasional tetap terjaga," kata Ari.

Ari menambahkan, seluruh anggota Inaca serta jajaran terkait pemangku kepentingan layanan penerbangan nasional, seperti pengelola bandara, badan navigasi, hingga pemangku kepentingan lainnya, telah melaksanakan pembahasan intensif terkait penurunan struktur biaya pendukung layanan kebandara-udaraan, serta navigasi. Agar dapat selaras dengan mekanisme pasar industri penerbangan dan daya beli masyarakat.

Melalui penyesuaian struktur biaya layanan penerbangan tersebut, khususnya pada aspek biaya pendukung layanan kebandarudaraan, dan biaya navigasi, maskapai dapat melakukan penyesuaian struktur biaya operasional layanan penerbangan, sehingga dapat menurunkan tarif tiket penerbangan.

Lebih lanjut melalui penurunan tarif tiket penerbangan tersebut, Ari berharap akses masyarakat terhadap layanan transportasi udara dapat semakin terbuka luas.

Selain itu, kami harapkan komitmen bersama ini dapat meningkatkan sektor perekonomian nasional mengingat layanan transportasi udara memegang peranan penting dalam menunjang pertumbuhan infrastruktur perekonomian.

Inaca memastikan, penurunan tarif tiket penerbangan tersebut, sesuai dengan koridor regulasi dan aturan tata kelola industri penerbangan nasional dan tetap mengutamakan keselamatan penerbangan dengan tetap meningkatkan pengawasan atas keselamatan dan maintenance seluruh pesawat.

"Intinya penurunan tarif ini seluruh maskapai akan tetap dan terus meningkatkan safety penumpang. Penurunan yang dilakukan ini bukti kepedulian kami terhadap kebutuhan masyarakat atas accessibility transportasi udara, di tengah kesulitan maskapai nasional yang sudah cukup lama terjadi," kata Ari. [hid]

Komentar

x